SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memastikan proyek-proyek pembangunan Multi-Years Agreement (MYA) atau kontrak tahun jamak yang dicanangkan hanya akan berlangsung selama dua tahun. Keputusan ini diambil sebagai strategi untuk menjaga stabilitas keuangan daerah dan menghindari penumpukan dana yang dapat mengganggu program kegiatan lain.

Hal ini disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai skema pendanaan proyek MYA usai menandatangani nota kesepakatan pembiayaan infrastruktur tahun jamak di Rapat Paripurna ke-XI yang berlangsung di Ruang Sidang Utama DPRD Kutim, Kawasan Bukit Pelangi, pada Jumat (21/11/2025) malam.

Bupati Ardiansyah menjelaskan, dari total 18 proyek multi-years yang direncanakan, pelaksanaannya akan dibagi menjadi dua tahapan besar, yang disesuaikan dengan kemampuan pendapatan daerah.

“Ya, jadi karena menyesuaikan dengan pendapatan, itu kita pilih menjadi dua rencananya. Skema yang disiapkan adalah 2026-2027 untuk tahap pertama dan 2028-2029 untuk tahap kedua,” jelas Bupati.

Bupati menegaskan alasan di balik pembagian tahap ini adalah manajemen keuangan.

“Kenapa tidak sekali ini? Menyesuaikan dengan keuangan kita, karena kalau di 3 tahun sekali, nanti menumpuk dananya, sehingga bisa mempengaruhi kegiatan yang lain,” tambahnya.

Mengenai pelaksana proyek, Bupati Ardiansyah menyerahkan sepenuhnya proses tender kepada Badan Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ). Ia berharap para kontraktor yang terpilih nantinya dapat menunjukkan komitmen dan tanggung jawab penuh.

“Kontraktornya itu urusan nanti, siapa yang membuat komitmen dan segala macam. Itu urusan BPBJ,” kata Bupati.

Ia juga secara implisit menyinggung pengalaman sebelumnya.

“Semoga saja semua kontraktornya betul-betul bertanggung jawab ya,” tegasnya.

Bupati Ardiansyah juga mengkonfirmasi bahwa beberapa proyek yang sempat tersendat pada tahun sebelumnya akan dilanjutkan dan dimasukkan dalam skema MYA atau ditambah anggarannya.

“Tahun sebelumnya yang tersendat seperti Manubar Seriung, ya itu kita lanjutkan,” ungkapnya.

Sementara itu, proyek-proyek lainnya kemungkinan akan ditambahkan anggarannya pada tahun ini dan tahun depan, namun tidak semua dalam bentuk kontrak multi-year baru.

“Sebagian memang ada yang kita tambah lagi,” tutupnya.(kopi13/Ltr1)