SANGKULIRANG — Warga di sejumlah desa dan dusun wilayah Sangkulirang akhirnya bisa menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh mulai dari Desa Saka, Pelawan, Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera dan Peridan. Realisasi ini menjadi kado penting bagi pemenuhan infrastruktur dasar masyarakat yang diwujudkan melalui kolaborasi antara Pemkab Kutai Timur (Kutim) dan PT PLN (Persero).
Camat Sangkulirang, Cipto Buntoro, mengungkapkan bahwa penyediaan listrik desa ini merupakan realisasi dari program keunggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim untuk menuntaskan kebutuhan dasar masyarakat secara bertahap.
”Alhamdulillah tahun 2025 sudah direalisasikan pembangunan listrik untuk enam desa, dan insyaallah berlanjut di tahun 2026 ini untuk tiga desa dan tiga dusun,” ujar Cipto dalam sambutannya dalam momen dan syukuran peresmian listrik desa 24 jam yang dipusatkan di Halaman Kantor Desa Saka, Sabtu (29/8/2026) malam disaksikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Asisten Pemkesra Trisno, Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, Plh Manajer ULP3K Bontang Tri Hari Lukito dan sejumlah undangan yang hadir.
Adapun wilayah yang masuk dalam tahap lanjutan pembangunan jaringan listrik meliputi Desa Perupuk, Tanjung Manis, Kerayaan Binuang, serta Dusun Sepiah, Dusun Soren, dan Dusun Melawai.
Menurut Cipto, pembangunan jaringan listrik ini sebenarnya ditargetkan selesai dan dapat dinyalakan bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri lalu. Namun, karena sejumlah kendala teknis dan dinamika di lapangan, aliran listrik baru bisa terealisasi dan menyala 100 persen pada Agustus 2026 ini.
”Ini tentu berkat perjuangan Bapak Bupati Kutai Timur serta kerja keras jajaran PLN bersama masyarakat dan pemerintah desa yang bahu-membahu menyukseskan program listrik desa,” tambahnya.
Selain mengabarkan nyalanya listrik desa, Cipto juga menyampaikan sejumlah pesan penting dari Pemkab Kutim kepada warga Sangkulirang. Mengingat adanya potensi siklus El Nino pada tahun 2026, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana hidrometeorologi, khususnya bahaya kebakaran.
Warga diminta untuk berhati-hati dan bijak dalam menggunakan api, baik saat beraktivitas di ladang, berkebun, maupun dalam aktivitas rumah tangga sehari-hari, guna menghindari risiko kebakaran yang dapat terjadi kapan saja.
Di samping itu, pihak kecamatan juga mengajak seluruh masyarakat yang wilayahnya telah dialiri listrik untuk turut serta menjaga keamanan dan keselamatan fasilitas jaringan yang telah terpasang. Warga diimbau untuk berhati-hati saat menebang pohon di sekitar pemukiman agar tidak mengenai kabel atau jaringan listrik yang dapat memicu gangguan pemadaman massal di wilayah setempat.
”Mari bersama-sama kita menjaga aset pemerintah dan fasilitas umum ini agar manfaatnya bisa terus dirasakan oleh seluruh masyarakat,” tutupnya.(kopi13/Ltr1)

