SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus menunjukkan komitmen serius dalam mematangkan sarana penunjang ketenagakerjaan lokal. Melalui program kontrak tahun jamak (multiyears), Pemkab Kutim tengah menggenjot proyek perluasan dan pembangunan fasilitas baru di UPTD Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) di atas lahan seluas 2,5 hektare. Langkah akselerasi infrastruktur ini menjadi sorotan utama dalam acara Opening Ceremony Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 2 Tahun 2026 pada Senin (6/7/2026).
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kadistransnaker) Kutim, Sulisman, membeberkan bahwa perluasan fisik ini dirancang untuk menyelesaikan persoalan keterbatasan kapasitas kelas. Saat ini, fasilitas yang ada hanya mampu menampung maksimal 16 peserta per kelas. Kondisi tersebut diperketat dengan keterbatasan ruang akibat balai juga harus berbagi tempat dengan jadwal program pelatihan eksternal lainnya.
Melalui selesainya pembangunan sarana baru nanti, kapasitas tampung BLKI diproyeksikan melonjak drastis. Jika pada awal berdirinya balai ini hanya bisa mengakomodasi belasan orang, ke depan total kapasitas bisa dimaksimalkan hingga 60 peserta secara keseluruhan dengan rasio per kelas meningkat menjadi 20 orang atau lebih.
Proyek perluasan kompleks BLKI ini dikerjakan langsung oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) melalui tiga termin pelaksanaan. Sulisman menjelaskan bahwa termin pertama telah rampung diselesaikan pada tahun lalu, sedangkan termin kedua sedang dalam proses lelang di Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) untuk segera dieksekusi pada tahun ini.
Di atas lahan yang luas tersebut, pemerintah membangun ekosistem pelatihan yang mandiri dan terintegrasi. Fasilitas yang dibangun mencakup gedung aula untuk ruang pertemuan, mes atau asrama bagi peserta dari kecamatan jauh, ruang workshop sebagai tempat praktik standar industri, hingga rumah dinas bagi para instruktur lokal.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa instruksi perluasan BLK dan asrama ini sudah ia gaungkan sejak tahun 2022. Baginya, menyiapkan infrastruktur yang mumpuni adalah investasi wajib agar daerah memiliki posisi tawar tinggi dalam menyediakan tenaga kerja lokal yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pasar industri.
Pemerintah daerah berharap, ketika seluruh tahapan pembangunan gedung baru ini rampung, BLKI Kutim dapat berfungsi optimal sebagai pusat inkubasi talenta lokal yang mampu menjawab tantangan dinamika industri sekaligus menyukseskan target penyiapan 50 ribu tenaga kerja.(kopi5/kopi13/Ltr1)

