
SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dipastikan akan menjadi salah satu daerah penerima layanan bus perintis dari Kementerian Perhubungan pada 2027. Program transportasi bersubsidi dari pemerintah pusat ini akan membuka akses angkutan umum ke sejumlah kecamatan yang selama ini memiliki keterbatasan layanan transportasi darat.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Masrianto Suriansyah, di ruang kerjanya, Kantor Dishub Kutim, Rabu (9/9/2026).
Masrianto menjelaskan, bus perintis merupakan program nasional Kementerian Perhubungan yang diperuntukkan bagi daerah-daerah di Indonesia untuk meningkatkan konektivitas masyarakat. Kutim telah mengusulkan sejumlah rute dan usulan tersebut telah dibahas bersama Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Balikpapan.
“Alhamdulillah, rute bus perintis yang kami usulkan sudah menjadi pembahasan di BPTD Balikpapan. Insyaallah layanan ini mulai beroperasi pada 2027,” katanya.
Menurutnya, Dishub Kutim kini mulai mempersiapkan terminal dan titik pelayanan yang akan dilalui armada bus perintis agar operasional dapat berjalan sesuai jadwal.
Rute yang disiapkan meliputi Sangatta–Sangkulirang melalui Kaubun, serta Sangatta–Muara Wahau yang terhubung hingga Muara Bengkal dan Muara Ancalong. Jalur tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antarwilayah di Kutim.
Masrianto menegaskan, armada bus yang digunakan merupakan bantuan langsung dari Kementerian Perhubungan. Skema operasionalnya serupa dengan layanan pelayaran perintis yang selama ini mendapat dukungan subsidi pemerintah pusat.
“Busnya berasal dari Kementerian Perhubungan dan operasionalnya disubsidi pemerintah pusat, sehingga tarif untuk masyarakat menjadi lebih terjangkau,” ujarnya.
Ia menjelaskan, masyarakat tetap dikenakan biaya saat menggunakan layanan tersebut. Namun, sekitar 50 persen tarif perjalanan disubsidi oleh Kementerian Perhubungan, sehingga beban biaya transportasi dapat ditekan.
Bus perintis yang akan beroperasi di Kutim diproyeksikan menjadi solusi transportasi bagi masyarakat di wilayah pedalaman maupun pesisir.
Dengan hadirnya layanan bus perintis pada 2027, Pemerintah Kabupaten Kutim berharap akses mobilitas masyarakat semakin mudah, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di berbagai kecamatan.(Adv)
![]()

