SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) mempercepat langkah digitalisasi birokrasi. Langkah ini diwujudkan lewat gelaran Bimbingan Teknis Website Kecamatan-Desa serta Transformasi Digital bertajuk “Optimalisasi Website dan Pemanfaatan AI untuk Pelayanan Masyarakat” yang dirangkai dengan launching aplikasi Terpadu Digital Kutim di Pelangi Room Hotel Victoria, Rabu (2/9/2026).

Acara yang dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Rizali Hadi, jajaran kepala perangkat daerah (PD), para camat, serta puluhan peserta dari unsur kecamatan dan desa. Dalam kesempatan tersebut, delapan PD dan satu kecamatan menandatangani komitmen bersama untuk menyatukan layanan publik ke dalam satu ekosistem digital.

Kepala Diskominfo Staper Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menegaskan bahwa situs web instansi pemerintah kini dituntut bertransformasi dari sekadar etalase berita menjadi gerbang utama interaksi dan pelayanan publik.

“Lewat inisiatif Terpadu Digital Kutim, berbagai aplikasi sektoral seperti Siap Kawal Disdukcapil, Sigap Koperasi, Simdatris Distransnaker, hingga Si Karang milik Kecamatan Karangan dilebur ke dalam satu kanal tunggal yang juga dilengkapi fitur Learning Management System (LMS),” tegasnya.

Ditambahkan Ronny, pelatihan tahap kedua ini menyasar pengelola dari 38 desa dan 14 kecamatan, sebagai bagian dari target jangka panjang merata di seluruh wilayah Kutim.

“Integrasi ini juga dibarengi pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) guna mendongkrak produktivitas aparatur dan mempercepat pengolahan data publik secara aman dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengingatkan agar inovasi digital tidak melunturkan esensi pelayanan publik itu sendiri.

“Saya menekankan bahwa secanggih apapun teknologi dan pemanfaatan AI, sentuhan manusia, kejujuran, serta integritas aparatur tetap menjadi faktor penentu utama dalam menghadirkan pelayanan terbaik yang responsif bagi masyarakat,” singkatnya.(Adv)