SANGATTA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menargetkan peningkatan mutu dan capaian rapor pendidikan tahun ini melalui optimalisasi kemampuan literasi dan numerasi satuan pendidikan dasar.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi (Kasi) Kurikulum Disdikbud Kutim, Moh Syaiful Imron, di hadapan 153 peserta guru kelas dari 18 kecamatan dalam kegiatan Workshop Literasi dan Numerasi yang berlangsung di Pelangi Room Hotel Royal Victoria, Senin (24/8/2026).

Syaiful mengungkapkan, berdasarkan evaluasi dan analisis laporan rapor pendidikan 2025, masih terdapat sejumlah sekolah yang memerlukan pendampingan intensif agar capaian indikator daerah bisa terdongkrak lebih maksimal.

“Dari sekitar 100 lebih sekolah yang kami petakan, ada 75 sekolah yang perlu kita dorong bersama agar rapor pendidikannya semakin meningkat. Agregat nilai ini nantinya akan menjadi cerminan kinerja pemerintah daerah secara keseluruhan,” ujar Syaiful.

Selain evaluasi capaian rapor, kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian apresiasi kepada tiga sekolah yang sukses berinovasi dalam pembuatan video kreatif Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Penghargaan tersebut diserahkan langsung sebagai bentuk dorongan motivasi bagi satuan pendidikan untuk terus berkreasi.

Lebih lanjut, Syaiful memaparkan bahwa fokus utama materi workshop diarahkan pada penguatan kompetensi dasar siswa guna menghadapi Asesmen Nasional (AN) mendatang. Ada beberapa poin krusial yang ditekankan kepada para guru peserta pelatihan yaitu pemahaman konsep literasi dan numerasi memastikan peserta didik memahami substansi serta bentuk penguatan literasi dan numerasi yang efektif diterapkan di lingkungan sekolah. Kemudian tata kelola sekolah dengan membangun manajemen dan tata kelola literasi yang optimal guna menggerakkan budaya membaca di satuan pendidikan.

Kemudian, pelatihan soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) yaitu bagaimana melatih kemampuan guru dalam menyusun instrumen penilaian berbasis penalaran dan daya pikir tingkat tinggi dengan didampingi oleh narasumber kompeten. Selanjutnya persiapan kompetensi sains mempersiapkan strategi pembinaan siswa berbakat untuk menghadapi ajang olimpiade dan kompetisi sains lainnya melalui bimbingan khusus.

Disdikbud Kutim berharap, melalui pelatihan yang menghadirkan narasumber berpengalaman ini, para guru dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat secara langsung di sekolah masing-masing.

“Ke depan, hasil tindak lanjut dari workshop ini juga akan dirumuskan melalui perencanaan berbasis anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang lebih matang dan terarah,” tutup Syaiful.(Ltr1)