SANGATTA — Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) kini tidak lagi sekadar menjadi tempat penimbangan balita. Sejalan dengan implementasi Integrasi Layanan Primer (ILP) di tingkat hilir, cakupan layanan posyandu di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) telah diperluas untuk mencakup seluruh siklus hidup manusia, mulai dari ibu hamil hingga lanjut usia.

Ketua Tim Pembina Posyandu sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutim, Siti Robiah Ardiansyah, menegaskan hal tersebut saat melakukan kunjungan kerja ke Posyandu Sekar Kedaton di Jalan Sulawesi, Sangatta Utara, Selasa (11/8/2026) pagi. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya monitoring langsung penerapan ILP agar pelayanan kesehatan lebih dekat dan merata bagi warga.

Dalam kunjungannya, Siti Robiah didampingi oleh Ketua Pokja IV PKK Kutim Andi Nonci beserta jajaran TP PKK Kutim. Pokja IV memegang peran vital sebagai penggerak pilar kesehatan dan perencanaan sehat di masyarakat.

“Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan harus dipenuhi guna memastikan target layanan kesehatan balita tercapai. Hal ini mencakup penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, hingga pemberian kapsul vitamin A serta obat cacing secara tepat,” ujar Siti Robiah, yang juga menjabat sebagai Bunda PAUD Kutim.

Lebih lanjut, Siti Robiah menjelaskan bahwa transformasi ILP memungkinkan posyandu berfungsi sebagai garda depan deteksi dini masalah kesehatan. Jika ditemukan warga yang terindikasi sakit, sistem rujukan kini telah terintegrasi langsung ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Perwakilan kader Posyandu Sekar Kedaton, Nurul Hidayati, menyampaikan bahwa posyandu yang ia layani telah berjejaring erat dengan fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan dukungan 10 kader, posyandu ini melayani kunjungan rutin sekitar 70 hingga 75 warga setiap bulannya, mencakup warga di RT 20, RT 21, dan RT 25.

“Posyandu Sekar Kedaton kini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti ruang bermain anak, toilet, ruang konseling, ruang pemeriksaan ibu hamil, ruang pertemuan, serta ruang pemeriksaan umum. Kami siap melakukan rujukan cepat jika terdeteksi gejala hipertensi atau diabetes melitus,” singkat Nurul.(Ltr4)