KAUBUN – Di balik hijaunya lahan pertanian di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, sebuah perubahan besar tengah bergulir dari kandang-kandang ternak warga. Kelompok Tani Rimba Raya di Desa Bukit Permata kini menjelma menjadi motor penggerak kemandirian pertanian berkat pemanfaatan kotoran hewan yang dulunya kerap diabaikan.

Setiap bulan, kelompok tani binaan PT Indexim Coalindo ini mampu memproduksi sekitar 15 ton pupuk organik padat. Tidak hanya berhenti pada pupuk padat, mereka juga menguasai teknik pembuatan pupuk organik cair dan Effective Microorganisms 4 (EM4) secara mandiri. Langkah inovatif ini berhasil memangkas biaya produksi pertanian secara signifikan bagi para anggota.

Community Program Superintendent PT Indexim Coalindo, Soni, menjelaskan bahwa keberhasilan ini buah dari konsistensi pembinaan berkelanjutan yang menyasar berbagai lini. Perusahaan tidak sekadar membekali warga dengan keterampilan teknis pembuatan pupuk, tetapi juga mengawal tata kelola organisasi, manajemen keuangan, hingga memperluas jejaring pemasaran.

“Pendampingan dilakukan secara rutin setiap bulan agar kelompok ini semakin mandiri dan produktif,” ujar Soni.

Bagi Ketua Kelompok Tani Rimba Raya, Keri, transformasi ini membawa dampak ekonomi yang luar biasa nyata bagi kehidupan warga sekitar. Sebelum adanya program pembinaan, masyarakat setempat belum terbiasa mengandangkan ternak sapi mereka secara terpusat.

Kini, kotoran sapi berhasil disulap menjadi pundi-pundi rupiah melalui produksi pupuk organik. Hebatnya lagi, perputaran ekonomi dari usaha tersebut mampu menghidupi enam pekerja kandang dengan upah sekitar Rp 4 juta setiap bulannya.

“Sebelum ada pembinaan, kami tidak pernah mengandangkan sapi. Sekarang kotoran sapi dimanfaatkan menjadi pupuk organik, bahkan hasilnya bisa membayar enam pekerja kandang,” tutur Keri dengan penuh rasa syukur.

Konsistensi dan perkembangan pesat yang ditunjukkan Kelompok Tani Rimba Raya turut menarik perhatian Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur. Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan, pemerintah daerah menyalurkan bantuan tambahan berupa 104 ekor sapi kepada kelompok ini.

Menatap masa depan, Kelompok Tani Rimba Raya menyimpan angan yang lebih besar. Mereka berharap jangkauan pemasaran pupuk organik buatan mereka tidak hanya terserap di lingkup perusahaan saja, melainkan mampu menembus pasar yang lebih luas demi kesejahteraan petani yang semakin merata.(*/Ltr1)