SANGKULIRANG – Sektor mitigasi bencana di wilayah pesisir Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini mendapatkan suntikan kekuatan baru. Pemerintah Kabupaten Kutim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) secara resmi menyerahkan bantuan armada kapal boat pemadam kebakaran kepada Pemerintah Kecamatan Sangkulirang dan Manggala Agni Daops Sangkima, Kamis (2/7/2026). Penyerahan simbolis diserahkan langsung oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.
Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya preventif sekaligus respons cepat terhadap ancaman kebakaran, baik yang melanda permukiman padat penduduk di tepian air maupun risiko Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang kerap mengintai kawasan tersebut.
Armada yang diserahterimakan ini bukan kapal sembarangan. Kapal boat tersebut dibekali dua unit mesin dengan kekuatan total mencapai 1.200 PK (600 PK per mesin), yang memungkinkan manuver cepat di medan perairan yang menantang.
Keunggulan utama kapal ini terletak pada sistem pompa high-pressure yang mampu menyedot air laut secara langsung untuk kebutuhan pemadaman. Dengan teknologi nozzle khusus, kapal ini mampu menyemburkan air hingga jarak 25 meter. Kemampuan ini menjadi krusial karena jangkauannya dapat mencapai titik-titik api di area permukiman yang sulit dilalui oleh armada pemadam berbasis darat.
Kepala BPBD Kutim, Sulastin, mengungkapkan bahwa kehadiran armada ini merupakan respons atas karakteristik geografis Sangkulirang.
“Wilayah kita cukup rawan, terutama dengan padatnya permukiman di kawasan pesisir. Kapal ini dirancang untuk memangkas waktu respons saat terjadi kedaruratan, sehingga dampak kebakaran dapat segera diminalisir sebelum meluas,” jelas Sulastin.
Lebih lanjut, Sulastin menegaskan bahwa penyerahan bantuan ini juga merupakan langkah konkret dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem yang berpotensi memicu Karhutla. Sinergi antara pemerintah kecamatan dan Manggala Agni Daops Sangkima diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan wilayah.
“Ini adalah bagian dari persiapan kita menghadapi ancaman El Nino dan potensi karhutla. Dengan sarana yang memadai dan kolaborasi yang solid di lapangan, kita berharap dapat memberikan perlindungan maksimal bagi masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan di Sangkulirang,” pungkasnya.
Bantuan ini menjadi sinyal positif bagi warga Sangkulirang bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam pembangunan fisik, namun juga memberikan perhatian serius pada aspek keselamatan dan ketangguhan wilayah terhadap bencana.(*/Ltr1)

