SANGATTA – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, geliat para peternak sapi di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai terasa lebih semarak. Kandang-kandang dibersihkan, pakan diperhatikan dengan lebih saksama, dan para pedagang hewan kurban bersiap menyambut musim yang saban tahun menjadi tumpuan harapan. Di tengah suasana itu, PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali melanjutkan tradisi berbagi hewan kurban kepada masyarakat.

Pada Senin, (25/5/2026), perusahaan tersebut menyalurkan 65 ekor sapi kurban kepada organisasi kemasyarakatan, pemangku adat, komunitas adat, serta berbagai pemangku kepentingan lain di wilayah operasional perusahaan. Penyaluran dilakukan di sejumlah daerah, mulai dari Sangatta dan wilayah Kutai Timur (Kutim) lainnya, hingga Samarinda, Balikpapan, dan Jakarta.

Di beberapa titik distribusi, suasana tampak dipenuhi wajah-wajah sumringah para penerima bantuan. Sejumlah perwakilan organisasi datang sejak pagi untuk menerima hewan kurban yang telah disiapkan. Momentum itu bukan semata ihwal distribusi bantuan, melainkan juga perjumpaan sosial yang menghadirkan rasa karib di antara perusahaan dan masyarakat sekitar.

Iduladha, bagi sebagian besar masyarakat, bukan hanya perayaan keagamaan yang ditandai dengan penyembelihan hewan kurban. Hari raya ini juga menjadi wahana memperkuat tenggang rasa, memupuk kepedulian, dan merawat tautan persaudaraan antarsesama. Dalam konteks itulah, pembagian hewan kurban masih dipandang memiliki arti sosial yang lekat dengan denyut kehidupan masyarakat.

General Manager External Affairs and Sustainable Development (GM ESD) KPC, Wawan Setiawan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

“Pembagian sapi kurban ini menjadi bentuk kepedulian KPC untuk menjaga tali silaturahmi dan mempererat kebersamaan dengan masyarakat Kutai Timur, dalam wilayah operasional KPC dan sekitarnya. Diharapkan bantuan ini dapat memberikan keberkahan dan manfaat yang baik bagi masyarakat,” kata Wawan Setiawan.

Menurut dia, penyaluran hewan kurban telah menjadi agenda tahunan perusahaan sebagai ikhtiar berbagi keberkahan pada bulan suci. Tradisi tersebut, kata dia, diharapkan dapat menghadirkan rasa tenteram dan kebahagiaan bagi masyarakat penerima.

“kami berharap masyarakat yang menerima sapi-sapi pilihan tersebut dapat merayakan hari raya Iduladha dengan penuh kebahagiaan dan kedamaian,” tutup Wawan.

Bagi masyarakat di wilayah operasional perusahaan, bantuan hewan kurban semacam itu kerap memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pembagian daging. Ada rasa diperhatikan dan diikutsertakan dalam suasana perayaan yang sakral. Di sejumlah daerah, terutama kawasan penyangga industri, Iduladha menjadi salah satu momentum penting yang mempertemukan unsur perusahaan, tokoh adat, organisasi sosial, hingga warga dalam satu perhelatan kebersamaan.

Tradisi berbagi hewan kurban juga turut memberi denyut ekonomi bagi peternak lokal. Menjelang Iduladha, permintaan sapi biasanya meningkat tajam. Situasi itu menjadi musim panen bagi banyak peternak yang selama berbulan-bulan merawat ternaknya dengan penuh ketekunan.

Di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat, tradisi kurban tetap bertahan sebagai ruang empati yang lintas batas. Ada nilai gotong royong, kemurahan hati, dan semangat berbagi yang terus dipelihara. Melalui pembagian 65 ekor sapi kurban tahun ini, KPC kembali menegaskan bahwa hubungan antara perusahaan dan masyarakat tidak hanya dibangun melalui aktivitas industri, melainkan juga melalui ikatan sosial yang dirawat dari waktu ke waktu. (*/Ltr1)