SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menaruh harapan besar pada program Inovasi Pengasuhan Anak (Tamasya) Taman Asuh Sayang Anak sebagai kunci pembangunan sumber daya manusia (SDM) berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Ketua TP PKK Kutim sekaligus Duta Tamasya Kutim Siti Robiah Ardiansyah, dalam bincang santai di Ruang Multimedia Bangga Kencana DPPKB Kutim, Kamis (5/6/2025).

Tamasya bukan sekadar tempat penitipan anak (daycare), melainkan program terintegrasi yang menyediakan pelatihan pengasuh anak, pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi parenting, dan layanan rujukan bagi anak yang membutuhkan intervensi khusus. Program ini diharapkan mampu berkontribusi signifikan dalam menurunkan angka stunting, meningkatkan partisipasi kerja perempuan, dan mencapai Total Fertility Rate (TFR) yang stabil di tahun 2045.

Siti Robiah menekankan peran penting TAMASYA dalam memperkuat ekosistem pengasuhan anak. Sebagai Duta Tamasya, ia berkomitmen untuk melakukan pembinaan dan edukasi kepada masyarakat.

“Memberikan perlindungan, memberikan informasi, dan mengajak masyarakat supaya mau mengikuti program-program Tamasya,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menambahkan, pembangunan SDM berkualitas dimulai dari keluarga yang cerdas.

“Dengan bonus demografi yang kita miliki, kita harus mempersiapkan anak-anak kita menjadi generasi produktif untuk Indonesia Emas 2045. Ini dimulai dari sekarang,” tegasnya.

Senada Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi mengungkapkan pentingnya sinergi antar PD terkait dalam mendukung keberhasilan Tamasya.

“Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, termasuk aspek perlindungan hukumnya, harus terlibat aktif. Kita harus memastikan para pengasuh memahami teknik pengasuhan yang benar dan mencegah terjadinya kekerasan pada anak,” jelasnya.

Ia menambahkan, Dinas Pendidikan dan tim penurunan stunting juga perlu berkoordinasi melalui Tamasya untuk memastikan tercapainya tujuan program.

Tamasya dirancang sebagai pusat koordinasi berbagai program yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Dengan pendekatan terintegrasi ini, diharapkan program ini dapat memberikan dampak yang lebih luas dan efektif dalam membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan berkualitas, menjadi pondasi kuat bagi kemajuan Kutim dan Indonesia di masa depan.(kopi9/kopi13/Ltr1)