SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersiap menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan diselenggarakan pada 10-19 Juli 2025. Rapat koordinasi penting yang dipimpin langsung Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutim, Rizali Hadi, selaku Ketua Umum Panitia Pelaksana, telah digelar Selasa (10/6/2025) di Ruang Damar Gedung Serbaguna (GSG) Bukit Pelangi. Rapat tersebut menjadi momentum konsolidasi teknis untuk memastikan kesiapan menyelenggarakan event akbar keagamaan ini.
Rizali Hadi menekankan pentingnya persiapan yang matang dan menyeluruh. MTQ ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga ajang kebanggaan umat dan momentum strategis untuk dakwah, persatuan umat, serta penguatan ekonomi kerakyatan melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Semua persiapan harus matang dan menyeluruh,” tegasnya.
Rapat dihadiri oleh berbagai pihak terkait, termasuk Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Seskab Kutim, Poniso Suryo Renggono, Kepala Kantor Kemenag Kutim, Akhmad Berkati, Plt Kabag Kesra Setkab Kutim Nurcholis para koordinator seksi dan perwakilan perusahaan yang mendukung penyelenggaraan.
Satu per satu seksi memaparkan progres persiapan, meliputi penginapan kafilah, konsumsi, transportasi, keamanan, perlengkapan perlombaan, dan tata panggung utama. Semua detail dipersiapkan dengan target penyelesaian yang terukur dan terjadwal. Rizali menekankan pentingnya sinergi antar-seksi agar terhindar dari kerja sendiri-sendiri. Ia juga memberikan penekanan pada infrastruktur pendukung, kesiapan lokasi lomba, sistem pengamanan, dan layanan tamu dari berbagai kabupaten/kota.
Lebih dari itu, Rizali berharap MTQ ini menjadi momentum kebangkitan nilai-nilai Islam yang damai dan inklusif, pemacu prestasi generasi muda, dan penggerak ekonomi lokal.
“Target kita adalah sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses dakwah, dan sukses pembangunan UMKM,” ujarnya.
MTQ ke-45 Kaltim mengusung tema “Mewujudkan Masyarakat Cinta Al-Qur’an untuk Bangsa yang Bermartabat di Bumi Etam.” Tema ini mencerminkan harapan akan tumbuhnya masyarakat Qurani yang berperadaban tinggi di Kaltim. Ribuan peserta dan pendamping dari seluruh kabupaten/kota di Kaltim akan hadir, sehingga dampak sosial dan ekonomi di Sangatta diprediksi akan signifikan.
MTQ bukan hanya perlombaan, tetapi juga perpaduan nilai keislaman dan pembangunan daerah. Nilai-nilai spiritual, estetika bacaan Al-Qur’an, dan diplomasi budaya lokal akan berpadu dalam satu panggung. Jika semua berjalan lancar, Kutim akan mencatat sejarah sebagai tuan rumah yang berhasil menunjukkan harmoni antara iman, kerja keras, dan kolaborasi. Lantunan ayat suci di Juli mendatang akan menjadi bukti nyata dari kerja keras dan ikhtiar masyarakat Kutim dalam menjaga nilai-nilai Al-Qur’an dan membangun masa depan yang lebih bermartabat.(kopi11/ltr1)

