SANGKULIRANG — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, menyatakan bahwa masyarakat di enam desa seperti Saka, Palawan, Tepian Terap, Mandu Dalam, Mandu Pantai Sejahtera dan Peridan wilayah Kecamatan Sangkulirang kini telah merasakan kemerdekaan seutuhnya setelah aliran listrik PLN resmi menyala selama 24 jam penuh.

Kehadiran infrastruktur kelistrikan ini menjadi jawaban atas penantian panjang warga yang sebelumnya hanya menikmati penerangan terbatas melalui pengelolaan mandiri, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan durasi dan biaya yang jauh lebih tinggi.

“Coba ditanya ke enam desa ini, pasti jawabannya sekarang kita sudah merdeka, karena listrik sudah 24 jam,” ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman saat meresmikan listrik desa 24 jam di Halaman Kantor Desa Saka didampingi Asisten Pemkesra Trisno, Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kutim Ardiansyah, Plh Manajer ULP Bontang Tri Hari Lukito dan sejumlah undangan yang hadir, Sabtu (29/8/2026) malam.

Bupati menjelaskan, realisasi pencapaian ini merupakan hasil sinkronisasi antara program keunggulan pemerintah daerah dan program Listrik Desa (Lisdes) dari PT PLN (Persero). Keberadaan jaringan interkoneksi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara turut mempercepat proses masuknya aliran listrik ke wilayah-wilayah yang dilalui jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT).

Dalam arahannya, Ardiansyah mengingatkan masyarakat agar senantiasa berhati-hati dalam menggunakan perangkat kelistrikan rumah tangga.

“Saya menekankan pentingnya penggunaan standar kabel kelistrikan yang aman dan sesuai SNI guna menghindari risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Selain itu, warga juga diingatkan untuk menggunakan listrik secara bijak dan hemat, serta memanfaatkan peluang ekonomi baru yang muncul seiring masuknya listrik desa. Bagi warga yang berencana mengembangkan usaha rumahan, PLN telah membuka fasilitas layanan tambah daya dari kapasitas standar 900 VA ke daya yang lebih besar, seperti 1.300 VA, 2.200 VA, hingga di atasnya.

Bupati memaparkan, sisa target pembangunan jaringan listrik di Kutim terus dikebut. Pada tahun ini, pengerjaan menyasar sejumlah titik desa dan dusun, sementara tiga desa terakhir yakni Desa Pulau Miang, Sandaran, dan Tanjung Mangkalihat ditargetkan tuntas dialiri listrik pada tahun depan.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan masyarakat Sangkulirang, saya menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT PLN atas sinergi dan kerja kerasnya,” pungkas Ardiansyah.(kopi13/Ltr1)