SANGATTA — Mengantisipasi potensi penurunan debit air baku seiring datangnya musim kemarau, Perumda Air Minum Tirta Tuah Benua Kutai Timur (Perumdam Kutim) mempercepat langkah mitigasi teknis. Salah satunya dilakukan melalui penyiapan jalur pemasangan pipa ponton di area intake Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo, Jalan Papa Charlie, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.
Peninjauan langsung di lokasi dipimpin oleh Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, didampingi Asisten Manajer Perawatan Teknik Daniel Linggih, Kepala Seksi Produksi Cabang Sangatta Utara Jainudin, serta jajaran staf humas, Rabu (12/8/2026) kemarin.
Dalam arahannya, Suparjan menginstruksikan tim teknis untuk segera merampungkan penyiapan jalur pipa ponton di sisi intake lama. Tidak hanya berfokus pada jalur pipa, ia juga menekankan pentingnya kesiapan fasilitas pendukung seperti lengan ayun dan jaringan kelistrikan agar proses instalasi berjalan tanpa hambatan berarti.
“Nanti penggunaan pipa berdiameter 200 milimeter untuk jalur ponton. Jaringan kabel listrik juga dibuat sejajar dan berada di sisi jalur pipa distribusi, jadi instalasi lebih rapi dan mudah dalam proses pengerjaan maupun pemeliharaan,” ujar Suparjan.
Langkah preventif ini krusial mengingat fluktuasi debit air permukaan kerap menjadi kendala utama saat musim kemarau melanda. Kehadiran sistem pompa ponton diharapkan mampu menjaga stabilitas suplai air baku menuju instalasi pengolahan.
Ponton tersebut nantinya akan ditenagai oleh pompa sentrifugal berkapasitas 160 kW, dengan estimasi debit pengaliran berkisar antara 100 hingga 165 liter per detik. Kapasitas masif ini diproyeksikan mampu mendongkrak performa produksi air bersih secara optimal bagi pelanggan.
Sementara itu, Asisten Manajer Perawatan Teknik Perumdam Kutim, Daniel Linggi, memastikan bahwa pengerjaan di lapangan akan terus berlanjut secara berkesinambungan seiring rampungnya konstruksi fisik ponton.
Koordinasi intensif bersama Divisi Perencanaan Teknik juga terus dilakukan guna memastikan ketersediaan material dan kebutuhan logistik lainnya terpenuhi tepat waktu. Setelah material siap, tim teknis langsung fokus menuntaskan instalasi kelistrikan.
“Target secepatnya. Sedangkan tugas perawatan yaitu pemasangan panel listrik beserta jalur kabel. Pengerjaan semoga tepat waktu untuk mendukung pengoperasian pompa pada ponton,” pungkas Daniel.(*/Ltr1)

