SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Kepolisian Resor (Polres) Kutim memperkuat sinergi lintas sektoral guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah awal ini ditandai melalui pertemuan perdana antara Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Kepala Polres Kutim yang baru, AKBP Aryansyah, di Ruang Kerja Bupati, Sangatta, Kamis (16/7/2026).
Dalam audiensi tersebut, kedua pihak memetakan sejumlah isu krusial kedinasan yang memerlukan penanganan taktis, cepat, dan kolaboratif demi mendukung kelancaran roda pembangunan daerah.
Salah satu topik utama yang menjadi sorotan adalah aspek keselamatan pengguna jalan raya. Berdasarkan hasil pemetaan berkala dan masukan dari pemerintah daerah, terdapat beberapa titik jalan utama di wilayah Kutim yang mengalami kondisi amblas sehingga rawan memicu kecelakaan lalu lintas (lakalantas).
Merespons kendala infrastruktur tersebut, AKBP Aryansyah menegaskan bahwa jajaran Polres Kutim tengah menyiapkan langkah preventif yang terukur.
“Kami berdiskusi mengenai pengelolaan kamtibmas secara umum, termasuk kerawanan titik jalan yang amblas. Upaya kami ke depan adalah meningkatkan pengawasan keamanan di jalan raya, serta memastikan kesiapan personel di lapangan agar penanganan dan evakuasi dapat dilakukan dengan sangat cepat jika terjadi insiden,” ujar Aryansyah.
Tantangan sekunder yang tidak kalah serius adalah letak geografis Kutai Timur yang strategis, namun rentan dimanfaatkan sebagai jalur lintas peredaran gelap narkotika. Guna menangkal ancaman nyata ini, Polres Kutim telah menagih kesiapan penuh dari seluruh personel, termasuk 10 kepolisian sektor (polsek) di bawah komandonya, untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkoba.
Keseriusan aparat penegak hukum dibuktikan melalui operasi intensif dalam sepekan terakhir, di mana kepolisian berhasil mengamankan tujuh tersangka dari beberapa tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda.
Saat ini, tim satresnarkoba masih melakukan pengembangan dan pendalaman lebih lanjut di lapangan. Detail penanganan perkara ini rencananya akan disampaikan secara resmi kepada publik melalui rilis pers setelah seluruh tahapan penyidikan rampung.
Di akhir pertemuannya, Aryansyah menyampaikan pesan mendalam terkait pentingnya benteng keluarga. Ia mengimbau para orang tua dan elemen masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak agar tidak terjerumus ke dalam lingkaran penyalahgunaan maupun peredaran barang haram tersebut.
Mengingat luasnya wilayah dan besarnya potensi sumber daya manusia di Kutai Timur, penyelamatan generasi muda dari dampak narkoba dinilai menjadi harga mati demi mencetak calon-calon pemimpin bangsa di masa depan.
“Masyarakat di sini memiliki potensi yang luar biasa. Tentu sangat disayangkan jika masa depan generasi penerus bangsa harus rusak karena salah jalan. Oleh karena itu, gerakan ini membutuhkan dukungan kolektif dari kepala desa, tokoh adat, tokoh suku, organisasi masyarakat, hingga jajaran Forkopimda. Kita harus bersama-sama menjaga Kutai Timur,” pungkasnya.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menyambut positif komitmen awal dan kesiapan yang ditunjukkan oleh jajaran kepolisian. Kerja sama yang solid antara pemerintah daerah dan institusi Polri diharapkan dapat terus melahirkan rasa aman di tengah masyarakat sekaligus memberikan perlindungan berkelanjutan bagi iklim pembangunan daerah.(*/Ltr1)

