SANGATTA – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Tuah Benua (TTB)Kutai Timur (Kutim) bergerak cepat menjamin kelancaran pasokan air bersih bagi masyarakat menjelang bulan suci Ramadan. Direktur Utama Perumdam Kutim, Suparjan, melakukan inspeksi mendalam ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kabo pada Rabu (18/2/2026) kemarin.
Langkah proaktif ini diambil guna mengantisipasi lonjakan konsumsi air bersih yang biasanya terjadi saat warga menjalankan ibadah puasa. Suparjan ingin memastikan seluruh lini, mulai dari pengolahan hingga sistem distribusi, dalam performa terbaiknya.
Ditemani jajaran manajemen teknis, Suparjan menyisir setiap sudut fasilitas. Titik awal pengecekan dimulai dari bak pra-sedimentasi dan area intake untuk memvalidasi kelancaran suplai air baku. Tak berhenti di situ, pemeriksaan berlanjut ke gudang bahan kimia, unit Water Treatment Plant (WTP), hingga mesin pompa distribusi.
“Kunjungan ini memastikan setiap tahapan, sejak air diambil dari sumbernya hingga mengalir ke keran pelanggan, tidak menemui kendala teknis,” tegas manajemen melalui keterangan resmo yang diterima Pro Kutim.
Selain memantau operasional, Suparjan memberikan sejumlah instruksi spesifik untuk meningkatkan standar infrastruktur di lapangan yakni seperti keamanan lahan dengan meminta pemagaran dan pemberian pondasi batas di jalur intake. Kemudian kebersihan dan estetika dengan menginstruksikan sterilisasi area gudang kimia agar lebih rapi dan terakhir yakni fasilitas kerja dengan menambah kanopi di bagian belakang gedung sebagai area istirahat petugas demi menunjang kenyamanan kerja.
Asisten Manajer Perawatan, Daniel Linggi, menambahkan bahwa pihaknya telah mencatat beberapa perbaikan krusial sesuai arahan Dirut. Fokus perbaikan mencakup pengokohan dudukan mixer bahan kimia, restorasi bagian WTP yang korosif, hingga peninggian lantai ruang pompa guna menghindari potensi gangguan teknis.
“Kami akan segera menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan temuan lapangan ini untuk dilaporkan kepada Manajer Produksi dan Direktur Utama agar eksekusi perbaikan bisa segera berjalan,” singkat Daniel.(*/kopi13/Ltr1)

