SANGATTA – Suasana khidmat menyelimuti ruang pelantikan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Senin (26/1/2026). Di hadapan bendera merah putih, sebanyak 164 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas berdiri tegak. Bukan sekadar urusan seragam dan papan nama baru, hari itu adalah tentang dimulainya babak baru pengabdian bagi masyarakat Kutim.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman didampingi Wakil Bupati Mahyunadi, Sekretaris Kabupaten Rizali Hadi, dan jajaran Forkopimda hadir langsung memimpin prosesi pengambilan sumpah dan janji tersebut. Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Bupati Nomor 800.1.3.3/030/BKPSDM-MUT Tahun 2026, sebuah langkah administratif yang telah melalui proses panjang, termasuk mengantongi restu dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Bagi Bupati Ardiansyah, momen ini lebih dari sekadar rotasi rutin birokrasi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa setiap jabatan yang diemban adalah sebuah “kontrak” moral yang berat.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan amanah, kepercayaan, dan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan,” tegas Bupati Ardiansyah dengan nada berwibawa.
Ia mengingatkan para pejabat bahwa sumpah yang mereka ucapkan tidak hanya didengar oleh pimpinan daerah atau rekan sejawat, melainkan sebuah komitmen spiritual kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Integritas dan tanggung jawab menjadi kata kunci,” tegas orang nomor satu di Pemkab Kutim tersebut.
Sebagai Pejabat Administrator dan Pengawas, mereka adalah mesin utama yang memastikan kebijakan pemerintah sampai ke tangan masyarakat. Ardiansyah meminta mereka untuk tidak hanya bekerja di belakang meja, tetapi menjadi inovator di era digitalisasi.
Ada lima poin besar yang ditekankan Bupati dalam arahannya yakni keteladanan untuk menjadi contoh dalam disiplin dan etika, kualitas layanan yakni cepat, tepat, dan transparan, inovasi dalam mendorong digitalisasi pelayanan publik, kolaborasi memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dan bersih menghindari segala bentuk penyalahgunaan wewenang.
“Jabatan bukanlah hak, melainkan amanah untuk melayani masyarakat. Jadikan jabatan ini sebagai sarana pengabdian terbaik bagi Kutim,” ujarnya mengingatkan.
Dari 164 pejabat yang mendapatkan tugas baru yakni Petrus Ivung menjadi Camat Kombeng, Cipto Buntoro Camat Sangkulirang, Uleh Juk Camat Busang, Vita Nurhasanah Camat Rantau Pulung, Muhammad Reza Fahlevi Camat Karangan, Margayawaty Camat Telen, Muh Harun Al Rasyid Camat Bengalon, Akhmadsyah Camat Batu Ampar, Saberan Nete Camat Muara Ancalong, Dewi Camat Sangatta Selatan dan Mansyur Ady Camat Muara Bengkal. Kemudian di posisi Kepala Bagian (Kabag) Setkab Kutim juga diisi wajah baru seperti Kabag Perekonomian Suriansyah, Kabag Tata Pemerintahan Joni Abdi Setia, Kabag Administrasi Pembangunan Irma Yuwinda, Kabag Sumber Daya Alam Deky Hermawan, Kabag Kesejahteraan Rakyat Norhadi, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Iwan Adiputra, Kabag Pengadaa Barang dan Jasa Muhammad Jamil Harahap. Kabag Umum Uud Sudiharjo, Kabag Program dan Keuangan Insan Bowo Asmoro dan Kabag Sekretariat DPRD Anitha Fithrianie.
Kemudian di posisi strategis seperti Sekretaris Dinas ada 21 orang yang mengisi jabatan baru mulai dari Dinas Perikanan, Inspektorat, DPMdes, Badan Kesbangpol, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, BPBD, Diskop UMKM, Dispora, Brida, Bapenda, DPMPTSP, Dishub, Perkim, BKPSDM, DPPKB, Bappeda, Disdikbud, Dinas Kesehatan dan DTPHP. Selebihnya ada jabatan baru di posisi Kepala Bidang, Kepala Sub Bagian hingga Kepala Seksi.
Salah seorang yang turut mengemban amanah baru adalah Iwan Adiputra, yang kini menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setkab Kutim. Baginya, tugas ini adalah sebuah anugerah sekaligus tantangan besar.
“Kepercayaan yang diberikan oleh kepala daerah kepada saya merupakan sebuah anugerah. Sebagai bentuk tanggung jawab, saya berkomitmen memberikan yang terbaik dalam mendukung tugas-tugas pimpinan daerah dan kemajuan kabupaten kita,” ungkap Iwan optimis.
Acara diakhiri dengan jabat tangan hangat dan ucapan selamat dari Bupati kepada para pejabat yang baru dilantik. Keputusan ini juga mengatur tentang hak tunjangan jabatan yang melekat, yang semuanya dibebankan pada APBN dan APBD sesuai ketentuan yang berlaku.
Dengan dilantiknya 164 pejabat ini, Kutim menaruh harapan besar pada pundak mereka. Harapan akan percepatan pembangunan daerah dan terwujudnya tata kelola pemerintahan yang tidak hanya efektif, tetapi juga berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh warga Kutim.(kopi10/kopi13)

