SANGATTA – Kejuaraan Bulu Tangkis Bupati Cup 2026 bertajuk Sirkuit Nasional (Sirnas) C yang dipusatkan di Lapangan Indoor GOR Kudungga berakhir sukses, Sabtu (16/6/2026) lalu. Selain menjadi panggung unjuk gigi bagi ratusan pebulu tangkis dari 15 provinsi, ajang berskala nasional ini dinilai berhasil menggerakkan denyut nadi perekonomian daerah melalui konsep wisata olahraga (sport tourism).
Sekretaris Daerah Kabupaten Kutai Timur (Sekdakab Kutim) Rizali Hadi, yang hadir menutup acara mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman, menyampaikan bahwa kesuksesan mitigasi dan pengorganisasian turnamen ini membuktikan kesiapan infrastruktur daerah dalam menyelenggarakan agenda-agenda besar tingkat nasional.
“Dengan fasilitas olahraga yang memadai, Kutai Timur sudah saatnya berani mengambil peran sebagai tuan rumah ajang nasional. Dampaknya tidak hanya krusial bagi pembinaan atlet lokal, tetapi juga langsung menyentuh ekonomi kerakyatan,” ujar Rizali.

Selama beberapa hari penyelenggaraan, atmosfer kompetisi dari 18 kategori yang dipertandingkan berjalan sangat intens. Sektor akomodasi, kuliner, hingga jasa transportasi lokal di Sangatta turut merasakan dampak ekonomi berkat kedatangan ratusan atlet, pelatih, ofisial, dan para pendukung dari berbagai penjuru Nusantara.
Kejuaraan olahraga nasional di daerah terbukti mampu menciptakan efek pengganda (multiplier effect). Sektor UMKM dan penginapan mengalami peningkatan omzet berkat kunjungan kontingen luar daerah sepanjang turnamen berlangsung.
Di atas lapangan, klub bulu tangkis raksasa Jaya Raya Jakarta tampil mendominasi kejuaraan. Klub asal Ibu Kota tersebut sukses keluar sebagai pengumpul medali terbanyak dengan total 17 podium, yang terdiri dari 5 medali emas, 3 perak, dan 9 perunggu.
Posisi kedua ditempati oleh Taqi Arena Badminton Academy yang tampil efisien dengan mengemas 7 medali, dengan rincian 4 emas, 2 perak, dan 3 perunggu.
Ketua Pengurus Kabupaten Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (Pengkab PBSI) Kutim, Daniel Politius Sebayang, mengungkapkan bahwa esensi utama dari Sirnas C ini adalah investasi jangka panjang pada pembinaan usia dini.
Bagi para atlet lokal Kutim, bertanding melawan perwakilan tangguh dari klub-klub besar luar daerah memberikan jam terbang dan evaluasi mental yang sangat berharga.
“Tujuan utama kami adalah pembinaan sejak usia dini. Lewat turnamen seserius ini, atlet-atlet lokal bisa menguji mentalitas bertanding mereka. PBSI Kutim berkomitmen untuk terus menyelenggarakan agenda serupa secara berkelanjutan,” tutup Daniel.(*/Ltr1)

