SANGATTA – Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan komitmennya dalam mendukung program Kabupaten Layak Anak (KLA), seiring penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Kutim dengan berbagai lembaga, organisasi masyarakat, dan dunia usaha.

Ketua IBI Kutim, Yuliana Kalalembang, menyampaikan bahwa terwujudnya KLA merupakan cita-cita bersama yang tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk organisasi profesi seperti IBI.

“Pembangunan Kabupaten Layak Anak adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi juga swasta, lembaga masyarakat, dunia usaha, media massa, hingga organisasi profesi seperti IBI,” ujarnya.

Dalam mendukung capaian KLA, lanjut Yuliana, IBI memiliki peran strategis yang tersebar dalam berbagai indikator penilaian, mulai dari klaster kelembagaan hingga klaster I sampai dengan V. Peran tersebut dijalankan melalui berbagai program yang berfokus pada pemenuhan hak dan perlindungan anak sejak dini.

Sejumlah kontribusi nyata IBI di antaranya meliputi edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, pendewasaan usia perkawinan, pembinaan forum anak, edukasi kesehatan ibu hamil, hingga sosialisasi pola asuh anak yang tepat. Selain itu, bidan juga berperan dalam pelayanan kesehatan seperti pemeriksaan kehamilan, pertolongan persalinan, pelayanan posyandu, serta deteksi dini tumbuh kembang anak di tingkat PAUD dan TK.

Tak hanya itu, IBI juga aktif memberikan edukasi terkait bahaya rokok, pentingnya kepemilikan dokumen identitas anak seperti akta kelahiran dan Kartu Identitas Anak (KIA), serta berkontribusi dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting.

“Peran bidan sangat penting karena menyentuh langsung siklus kehidupan, mulai dari masa kehamilan, kelahiran, tumbuh kembang anak, hingga tahap kehidupan selanjutnya,” jelasnya.

Dalam menghadapi evaluasi KLA tahun 2026, Yuliana menegaskan bahwa IBI Kutim terus aktif mengikuti proses pengumpulan data serta menghadiri berbagai rapat koordinasi yang diselenggarakan pemerintah daerah. Pengurus cabang juga secara berkelanjutan mendorong dan memotivasi seluruh anggota, baik di tingkat cabang maupun ranting, untuk berkontribusi aktif dalam mendukung capaian KLA, mulai dari tingkat desa (Dekela), kecamatan (Kelana), hingga kabupaten.

Melalui sinergi yang terus diperkuat, IBI Kutim berharap capaian Kabupaten Layak Anak tahun ini dapat meningkat hingga mencapai kategori Nindya, sebagai langkah nyata menuju perlindungan dan pemenuhan hak anak yang lebih optimal di Kutim.(kopi8/kopi13/Ltr1)