SANGATTA – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 6475310 di Jalan Poros Sangatta-Bontang Kilometer 1 di Kecamatan Sangatta Selatan tengah bersolek lewat renovasi menyeluruh yang ditargetkan rampung pada Agustus 2026. Revitalisasi ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan fasilitas, mempercepat waktu antrean, sekaligus memperluas varian produk bahan bakar bagi konsumen.
Pengawas SPBU 6475310, Darwin, menjelaskan bahwa pengerjaan fisik kini telah memasuki fase akhir. Kendati demikian, kecepatan penyelesaian proyek ini akan sangat bergantung pada dinamika kondisi cuaca dan teknis di lapangan.
“Estimasi awal kami proyek ini selesai pada bulan Agustus. Kami berharap prosesnya berjalan lancar tanpa kendala berarti agar pelayanan dapat kembali normal lebih cepat,” kata Darwin, Kamis (21/5/2026).
Melalui renovasi ini, kapasitas pengisian diperluas dari yang semula hanya memiliki tiga pulau pompa (dispenser) menjadi empat unit. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kepadatan kendaraan yang kerap memicu antrean panjang di jalur poros tersebut.
Selain perluasan area isi, SPBU ini juga akan melengkapi varian bahan bakar nonsubsidi. Jika sebelumnya hanya melayani Pertalite, Pertamax, dan Biosolar, nantinya SPBU ini akan menyediakan Dexlite, Pertamina Dex, hingga Pertamax Turbo. Fasilitas penunjang seperti toilet dan musala turut dipugar, ditambah dengan penyediaan ruang anjungan tunai mandiri (ATM), minimarket, serta layanan pangkalan LPG.
Di tengah proses renovasi tersebut, pihak pengelola juga meluruskan kabar burung yang beredar di masyarakat mengenai rencana pembatasan pembelian Pertalite bagi kendaraan dengan kapasitas mesin di atas 1.400 cc yang diisukan berlaku per Juni mendatang.
Darwin menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada instruksi ataupun regulasi resmi dari PT Pertamina (Persero) terkait pembatasan berbasis kubikasi mesin (cc) tersebut.
“Sejauh ini belum ada aturan mengenai batasan cc kendaraan. Ketentuan yang berlaku saat ini masih sama dengan sebelumnya, yaitu pembatasan volume pembelian maksimal 40 liter per kendaraan. Kami meminta masyarakat tidak terpengaruh isu yang belum jelas sumbernya agar tidak memicu aksi borong (panic buying),” tegasnya.
Senada dengan Darwin, Pengawas SPBU 6475304 Jalan Yos Sudarso II, Jaya, mengonfirmasi bahwa rumor terkait pembatasan ekstrem maupun kenaikan harga sepihak sering kali memicu kekhawatiran semu di masyarakat, terutama pasca-penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi beberapa waktu lalu. Namun, ia memastikan kondisi riil di lapangan hingga kini tetap kondusif.
Menjelang Hari Raya Iduladha, pihak SPBU di kawasan Sangatta juga menjamin ketahanan stok bahan bakar dalam posisi aman guna mengantisipasi lonjakan mobilitas warga.
“Pasokan dari depo dikirim secara berkala setiap hari. Distribusi berjalan lancar, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan stok hingga hari raya nanti,” tutur Jaya.(*/Ltr1)

