PASER – Teka-teki mengenai pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur akhirnya menemui titik terang. Melalui koordinasi intensif antar-daerah, delapan kabupaten/kota menyepakati ajang olahraga multicabang tertinggi di tingkat provinsi tersebut akan dihelat pada November 2026, dengan Kabupaten Paser sebagai tuan rumah utama.

Kesepakatan strategis ini dikukuhkan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan yang berlangsung di Pendopo Lou Bapekat, Kabupaten Paser, Kamis (2/4/2026). Momentum ini menjadi krusial mengingat jadwal penyelenggaraan sempat terombang-ambing akibat dinamika anggaran dan penyesuaian pascapandemi.

Wakil Bupati Paser, Ikhwan Antasari, saat membuka rapat menekankan bahwa penentuan jadwal ini bukan sekadar urusan waktu pelaksanaan, melainkan menyangkut kesiapan infrastruktur dan kesinambungan siklus pembinaan atlet di Bumi Etam.

Penetapan November 2026 dipandang sebagai langkah rasional untuk memberikan ruang bagi daerah dalam menyusun skema pendanaan yang akuntabel. Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Faisal, menjelaskan bahwa efisiensi menjadi kata kunci dalam pelaksanaan kali ini. Mengingat kemampuan anggaran daerah yang belum merata, prinsip efektivitas akan dikedepankan melalui mekanisme APBD Perubahan 2026.

“Porprov 2026 merupakan jembatan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Ini adalah momentum untuk menjaring atlet potensial sekaligus memastikan mereka mencapai puncak performa (peak performance) pada waktunya,” ujar Faisal.

Senada dengan itu, Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, menilai kepastian jadwal ini merupakan pertaruhan kehormatan olahraga Kalimantan Timur. Dari hasil rakor, diperkirakan akan ada 64 cabang olahraga yang dipertandingkan, meski tetap terbuka kemungkinan adanya pembatasan nomor pertandingan menyesuaikan ketersediaan fasilitas.

Di sisi lain, Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung kesuksesan ajang empat tahunan ini. Kepala Dispora Kutim, Basuki Isnawan, menegaskan komitmennya tidak hanya pada pencapaian prestasi atlet, tetapi juga pada tata kelola administrasi yang tertib.

Bahkan, Kutim menawarkan solusi konkret jika tuan rumah utama mengalami kendala fasilitas.

“Kami siap membantu menjadi tuan rumah pendamping bagi beberapa cabang olahraga jika memang venue di Paser belum memadai. Semangatnya adalah kesuksesan bersama,” tegas Basuki.

Ketua KONI Kutim, Rudi Hartono, menambahkan bahwa capaian atlet Kutim yang menembus empat besar pada babak kualifikasi sebelumnya menjadi modal kepercayaan diri yang kuat.
“Kami akan segera berkoordinasi dengan pengurus cabang olahraga untuk menajamkan program latihan menyongsong November 2026,” singkatnya.

Sebagai payung hukum, hasil kesepakatan rakor ini nantinya akan diperkuat melalui Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Timur. Dengan adanya kepastian ini, daerah kini memiliki target waktu yang jelas untuk memacu persiapan, baik dari sisi pembangunan fisik maupun mental bertanding para atlet.(Ltr1)