SANGATTA – Di tengah tantangan penyusutan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), penguatan modal sosial melalui organisasi kemasyarakatan menjadi kunci untuk menjaga stabilitas daerah. Persatuan warga diharapkan menjadi fondasi utama bagi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk bangkit memperbaiki kondisi ekonomi yang tengah melandai.

Dewan Pembina Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Kutim yang juga Wakil Bupati Mahyunadi, mengakui bahwa tekanan fiskal yang terjadi saat ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk dukungan terhadap organisasi-organisasi sosial. Namun, keterbatasan tersebut diharapkan tidak melonggarkan ikatan persaudaraan antarwarga.

“Saat ini kita berbagi apa adanya karena keadaan terpangkasnya APBD. Keadaan memang rumit, tetapi persatuan harus tetap dijaga. Dengan kekompakan, kita bisa bangkit kembali untuk membangun ekonomi Kutim yang lebih baik,” ujar Mahyunadi dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama (Bukber) BPD KKSS di Cafe Teras Belad, Jumat (27/2/2026).

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KKSS Kutim, Suharman Chono, menegaskan komitmen organisasi untuk terus mendukung jalannya roda pemerintahan di bawah kepemimpinan Bupati Ardiansyah Sulaiman dan Wakil Bupati Mahyunadi. Menurutnya, meski masa jabatan terasa berjalan cepat, harapan masyarakat akan perubahan fundamental dalam lima tahun ke depan tetap besar.

Suharman menyatakan, sebagai bagian dari elemen masyarakat, KKSS siap memberikan sumbangsih nyata, baik dalam bentuk dukungan program maupun saran yang membangun bagi pemerintah daerah.

“Kami mendukung program Ardiansyah-Mahyunadi (ARMY). Jika dibutuhkan saran, kami siap memberikan sumbangsih pemikiran demi tercapainya janji-janji kampanye yang diharapkan dapat terlaksana dengan baik hingga akhir masa jabatan,” tutur Suharman.

Chono menegaskan KKSS Kutim menempatkan kerukunan sebagai prioritas utama organisasi. Selain menjadi tempat berkumpul, organisasi ini diarahkan menjadi wadah untuk merawat kepedulian sosial melalui agenda rutin, seperti kegiatan berbuka puasa bersama dan berbagi santunan ke anak yatim setiap tahunnya.

“KKSS adalah tempat kerukunan, tempat berkumpul yang perlu dijaga dan dirawat dengan baik. Kita perlu komunikasi yang bagus agar kerukunan ini tetap kokoh,” tambahnya.

Nuansa religius dalam pertemuan tersebut diperkuat dengan tausiah dari Ustad Arafat yang mengupas makna ibadah puasa sebagai sarana pengendalian diri dan peningkatan empati sosial. Melalui pesan-pesan spiritual tersebut, warga KKSS diajak untuk tetap optimistis dan saling menopang di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak mudah.

Pemerintah Kabupaten Kutim pun memberikan apresiasi tinggi kepada komunitas atau paguyuban warga yang tetap menjaga soliditas dan keharmonisan. Di tengah tekanan ekonomi, kekompakan masyarakat dianggap sebagai aset yang tidak ternilai untuk memastikan program-program pembangunan tetap berjalan secara kondusif.(kopi13/Ltr1)