SANGATTA – Sekolah Tinggi Pertanian (STIPER) Kutai Timur (Kutim) menyatakan dukungan penuh terhadap program “Sekolah Rakyat” yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Kemensos (Kemensos) dan Pemerintah Kabupaten Kutim. Program ini diproyeksikan menjadi solusi bagi putra-putri daerah di pelosok yang selama ini terkendala akses pendidikan.

Wakil Ketua I STIPER Kutim, Kahar, menjelaskan bahwa konsep Sekolah Rakyat sangat krusial untuk menjawab tiga persoalan utama pendidikan di Kutim yakni faktor ekonomi, jarak sekolah yang jauh, dan kebutuhan akan fasilitas asrama (boarding).

“Di Sekolah Rakyat ini, ketiga kendala tersebut tercover karena sistemnya boarding. Kami sangat setuju dan mendukung program pemerintah ini agar pemerataan pendidikan bisa dinikmati anak-anak kita, mulai dari kota hingga pelosok,” ujar Kahar saat memberikan keterangan pers usai menghadiri rapat koordinasi di Ruang Ulin Kantor Bupati Kutim, Kamis (26/2/2026).

Sebagai bentuk dukungan konkret, STIPER Kutim telah menyiapkan Gedung Kehutanan untuk digunakan sebagai lokasi rintisan Sekolah Rakyat. Keputusan ini diambil setelah Wakil Bupati Kutim Mahyunadi melakukan tinjauan langsung ke kampus STIPER pada Selasa (24/2/2026) lalu.

Gedung tersebut dinilai sangat layak karena memiliki kapasitas yang besar. Kahar menyebutkan bahwa lantai dua gedung tersebut memiliki delapan ruangan berukuran besar yang mampu menampung hingga 200 siswa.

“Sesuai arahan Pak Wakil Bupati, ruangan-ruangan besar di lantai atas itu nantinya akan disekat lagi agar lebih efektif. Kalau kapasitas total, gedung kehutanan itu bisa memuat sekitar 200 orang,” jelasnya.

Terkait teknis peminjaman gedung, pihak STIPER menyatakan bahwa proses koordinasi di tingkat kampus sudah selesai. Fokus selanjutnya beralih pada administrasi dan pelaporan ke tingkat yang lebih tinggi.

“Dari pihak STIPER sudah kelar, kami bersedia meminjamkan gedung tersebut. Langkah berikutnya adalah dinas terkait akan mengurus pemberkasan dan proposal yang akan dilaporkan ke Kementerian Sosial di pusat,” tambah Kahar.

Ke depannya, Kahar berharap adanya kerja sama yang berkelanjutan antara sekolah rintisan ini dengan STIPER, terutama bagi siswa jenjang SMP dan SMA, agar tercipta jalur pendidikan yang terintegrasi di Kutim.(kopi13/Ltr1)