SANGATTA – Di balik keriuhan aktivitas warga Kutai Timur (Kutim) yang berdenyut selama Ramadan, terselip kesiagaan personel kepolisian yang memastikan roda ekonomi dan ibadah tetap berputar aman. Pada Minggu (22/2/2026), Satuan Samapta Polres Kutim kembali menerjunkan tim Patroli Kota Presisi untuk menyisir titik-titik rawan gangguan kamtibmas di wilayah Sangatta.

Bukan sekadar patroli melintas, kehadiran tiga personel korps berseragam cokelat ini lebih menekankan pada pendekatan persuasif dan komunikasi dua arah dengan para pelaku usaha serta masyarakat luas.

Menggunakan kendaraan dinas, petugas menyambangi sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat perputaran uang dan logistik. Di SPBU depan Mal Sangatta Trade Center (STC), polisi tampak bercengkerama dengan petugas pengisian bahan bakar guna memetakan potensi kerawanan kriminalitas di area tersebut.

Edukasi serupa berlanjut ke titik-titik krusial lainnya, seperti sektor Perbankan dengan memberikan arahan khusus kepada sekuriti Bank Kaltimtara untuk memperketat pengawasan terhadap aktivitas mencurigakan dan berlanjut pusat niaga yaitu menyambangi toko emas, agen BRI Link, hingga toko sembako untuk mengingatkan kewaspadaan terhadap tindak pencurian di tengah meningkatnya transaksi tunai menjelang lebaran. Selanjutnya memastikan masyarakat mengingat nomor darurat 110 sebagai jalur pintas pelaporan jika terjadi gangguan keamanan.

Kapolres Kutim, AKBP Fauzan Arianto, mengungkapkan bahwa intensitas patroli ini sengaja ditingkatkan untuk memberi rasa tenang bagi warga yang sedang menjalankan ibadah puasa maupun mereka yang tengah sibuk memenuhi kebutuhan pokok.

“Patroli Kota Presisi ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri. Kami ingin masyarakat merasakan bahwa negara hadir di tengah-tengah mereka, siap melindungi kapan pun dibutuhkan,” tegas AKBP Fauzan.

Lebih lanjut, AKBP Fauzan menekankan bahwa keamanan wilayah tidak hanya bertumpu pada pundak kepolisian, melainkan hasil sinergi dengan warga. Menurutnya, informasi sekecil apa pun dari masyarakat sangat berharga untuk mendeteksi potensi gangguan sejak dini.

“Kami mengedepankan dialog karena masyarakat adalah mitra terbaik dalam menjaga kondusivitas lingkungan. Jangan ragu untuk melapor melalui layanan 110 atau ke kantor polisi terdekat jika menemukan hal-hal yang janggal,” tutupnya.(*/kopi13)