KARANGAN – Pemerintah Desa Karangan Seberang tengah serius menggarap potensi Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui sektor pariwisata. Sebuah masterplan ambisius telah disusun untuk menyulap lahan seluas 1,7 hektare menjadi pusat wisata pemancingan terpadu yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Kegiatan ini pun langsung dipresentasikan di depan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman yang tengan melakukan agenda kerja didampingi Anggota DPRD Kaltim Agusrinsyah Ridwan, Sabtu (31/1/2026)
Kepala Desa Karangan Seberang, Ahmad Muzahid, mengungkapkan bahwa proyek ini berdiri di atas lahan milik desa dan dibiayai menggunakan alokasi PAD.
“Lahan yang saat ini dikembangkan seluas 1,7 hektare, dan ke depan masih ada lahan tambahan yang akan kami bebaskan untuk pengembangan lebih lanjut,” jelasnya.
Ditambahkan Muzahid, berdasarkan rancangan masterplan, kawasan ini tidak hanya menawarkan kolam pemancingan sebagai menu utama.
“Pengunjung nantinya akan dimanjakan dengan fasilitas pendukung yang lengkap, mulai dari kios suvenir, restoran (resto), kolam renang, wahana kolam bebek, musala, toilet, gazebo, pendopo, panggung hiburan, arena outbound, dan playground untuk anak-anak,” jelasnya.
Sementara itu dalam arahannya, Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, memberikan apresiasi sekaligus catatan penting saat meninjau langsung lokasi rencana pembangunan tersebut. Ia memuji konsep fasilitas yang dinilai sangat komprehensif. Namun, ia menekankan pentingnya aspek keamanan dan kajian teknis.
“Silakan Kepala Desa untuk merancang dan membangunnya dengan baik, tapi tetap saya arahkan harus ada kajiannya,” tegas Ardiansyah.
Satu hal yang menjadi perhatian utama Bupati adalah mitigasi konflik dengan satwa liar. Mengingat wilayah Karangan dikenal sebagai habitat buaya, ia meminta agar sistem pengairan kolam tidak terkoneksi langsung dengan sungai.
“Tolong mitigasi, jangan sampai terkoneksi dengan sungai karena banyak buaya di Karangan,” tambahnya.
Bupati juga mengingatkan agar proyek ini tidak menjadi proyek mubazir. Ia menekankan pentingnya aspek feasibility atau uji kelayakan agar destinasi yang dibangun benar-benar menarik minat pengunjung.
“Jangan sampai nanti kajiannya tidak ada. Belum tentu apa yang kita maksudkan itu feasibility. Jangan sampai begitu selesai dibangun, tidak ada orang yang ke sana,” ujar Ardiansyah mengingatkan.
Sebagai langkah awal yang sederhana namun produktif, Bupati menyarankan agar kolam yang sudah ada segera dioptimalkan. Ia mengusulkan konsep pemancingan berbayar berdasarkan berat ikan yang didapat.
“Tebarkan ikan, buatkan tempat duduk untuk memancing. Begitu dapat ikannya, ditimbang, dan pemancing membayar harga ikannya kepada desa. Sederhana sekali seperti itu,” tutupnya sembari berseloroh mengenai potensi wisata pancing yang unik di wilayah tersebut.
Dengan perencanaan yang matang dan pengawasan ketat, Wisata Karangan Seberang diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat desa setempat.(Ltr1)

