SANGATTA – Manajemen Persikutim United resmi mengambil langkah strategis untuk menyelamatkan wajah tim di pengujung kompetisi Liga 3 Nusantara musim ini. Tim kebanggaan masyarakat Kutai Timur (Kutim) yang dijuluki “Singa Mose” tersebut secara resmi memperkenalkan Syafril Usman sebagai juru taktik baru guna membenahi performa skuad yang sedang dalam tren negatif. Ia menggantikan Purwanto Suwondo yang telah dipecat atau diputus kontraknya.
Ketua Umum Persikutim United, Pandi Widiarto, menegaskan bahwa penunjukan pelatih asal Sulawesi Selatan tersebut bukanlah tanpa alasan. Rekam jejak Syafril yang pernah mencicipi atmosfer kompetisi level tertinggi sebagai asisten pelatih PSM Makassar hingga pelatih kepala PSM Makassar U-21 menjadi pertimbangan utama. Pengalamannya di kancah sepak bola Indonesia Timur diyakini mampu membawa perubahan instan bagi mentalitas tim.
“Alhamdulillah, kesepakatan kontrak telah ditandatangani. Di sisa kompetisi yang krusial ini, kami menaruh harapan besar pada kompetensi dan pengalaman Coach Syafril untuk mengembalikan marwah Persikutim ke jalur yang seharusnya,” ujar Pandi dalam siaran pers yang diterima literasi.co.
Pandi menambahkan, pemilihan Syafril juga didasari oleh faktor chemistry. Sang pelatih bukanlah orang asing bagi publik Sangatta. Ia pernah bersinggungan langsung dengan atmosfer sepak bola di Kutim saat mendampingi tim Juku Eja dalam sebuah laga undangan beberapa waktu lalu. Modal memori kolektif ini diharapkan mampu mempercepat proses adaptasi Syafril dengan karakteristik pemain dan lingkungan klub.
Tugas yang diemban Syafril tergolong berat namun sangat spesifik. Manajemen mematok target “harga mati” untuk memastikan Persikutim United terhindar dari zona degradasi dan tetap eksis di kasta Liga 3 musim depan. Pandi menekankan bahwa setiap laga sisa harus dianggap sebagai partai final demi meraih poin maksimal.
Secara teknis, manajemen menginginkan adanya transformasi radikal dalam skema permainan. Pandi mengkritik gaya main sebelumnya yang dinilai kurang determinasi. Ia menuntut Syafril untuk menyuntikkan filosofi permainan yang lebih agresif, enerjik, dan memiliki “greget” di lapangan hijau.
“Kami ingin melihat perubahan taktik yang nyata. Selain teknis, aspek psikologis pemain lokal harus segera dibenahi. Tiga laga pamungkas nanti akan sangat menguras emosi, sehingga kehadiran sosok senior seperti beliau sangat dibutuhkan untuk memompa motivasi juang anak-anak,” jelasnya lebih lanjut.
Meski fokus saat ini adalah bertahan di Liga 3, manajemen telah menyiapkan rencana jangka panjang. Kontrak Syafril Usman mencakup klausul opsi perpanjangan jika ia berhasil meletakkan fondasi tim yang solid. Untuk musim depan, manajemen berencana melakukan perombakan besar dengan mengolaborasikan bakat-bakat lokal potensial dengan pemain profesional berpengalaman.
“Tantangan terbesar kami adalah melahirkan pemain lokal yang tidak hanya unggul secara skill, tetapi juga memiliki mentalitas petarung. Jika misi penyelamatan musim ini berhasil, kita akan bicara lebih jauh soal pembangunan skuad yang lebih kompetitif untuk musim depan,” tutup Pandi optimistis.(Ltr1)

