SANGATTA – Suara deru kendaraan sesekali beradu dengan terik matahari siang di Simpang Tiga Jalan AW Syahrani eks Pendidikan, Rabu (12/8/2026). Di tengah padatnya arus lalu lintas yang berhenti saat lampu pengatur jalan menyala merah, ada pemandangan yang berbeda dari biasanya.
Seorang pria berseragam putih rapi tampak berjalan menghampiri satu per satu kendaraan yang berhenti. Ia bukanlah petugas lalu lintas, melainkan orang nomor satu di Kutai Timur (Kutim) Bupati Ardiansyah Sulaiman.
Tanpa canggung, Ardiansyah turun langsung ke jalan raya. Tangannya sigap memegang dan memasangkan Bendera Merah Putih kecil pada kaca spion mobil serta bagian depan sepeda motor milik warga yang melintas. Senyum ramah dan sapaan hangat dilemparkan kepada para pengendara yang sempat terkejut melihat kehadiran sang bupati di tengah jalan.
Aksi turun ke jalan ini bukan tanpa sebab. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian “Gerakan Pembagian dan Pemasangan Bendera Merah Putih” yang dihelat untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dimotori oleh Badan Kesbangpol Kutim. Bagi Ardiansyah, momentum Agustus selalu menghadirkan energi tersendiri yang harus dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, tanpa sekat.
”Ini bagian dari semangat kita untuk menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita kibarkan Merah Putih di lingkungan masing-masing, termasuk di kendaraan kita, sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada bangsa dan negara,” ujar Ardiansyah di sela-sela kegiatan.
Bagi bupati, esensi kemerdekaan jauh melampaui batas-batas peremonial formal di dalam ruangan.
“Semangat itu harus hidup di ruang-ruang publik, menyatu dengan denyut nadi keseharian warga,” tegasnya.
Lewat simbol sederhana berupa selembar bendera yang berkibar di kendaraan, ia ingin menanamkan pesan bahwa rasa memiliki terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah milik setiap warga negara.
Simpang Tiga Jalan Wahab Syahrani hari itu seolah disulap menjadi titik temu antara pemimpin dan warganya. Di bawah naungan sang Saka Merah Putih yang mulai menghiasi sudut-sudut jalan Sangatta, pesan persatuan kembali disuarakan.
Kutim kini bersiap menyongsong usia kemerdekaan yang ke-81 dengan cara yang membumi. Dari sebuah lampu merah di ujung jalan, asa dan nasionalisme dirajut kembali, mengajak setiap pengendara yang berlalu untuk terus mengisi kemerdekaan dengan langkah-langkah positif demi kemajuan daerah dan bangsa.(kopi7/kopi13/Ltr1)

