SANGATTA – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Kutim untuk menegaskan komitmennya dalam membangun sumber daya manusia yang unggul sejak usia dini. Mewakili Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang berhalangan hadir karena menjalankan agenda kedinasan lainnya, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan Organisasi Mitra (Ormit) PAUD Kutim salah satunya Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTKI) Kutim di Hall Indoor di GOR Kudungga, Rabu (29/7/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 3.550 anak TK hingga Kelompok Bermain (KB) dari Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan.
Dalam sambutannya, Mahyunadi mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebagai ruang refleksi untuk memperkuat komitmen bersama dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, berprestasi, dan mampu menghadapi tantangan masa depan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Bapak Bupati, saya mengucapkan selamat memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026. Semoga momentum ini menjadi penyemangat bagi kita semua untuk terus menghadirkan lingkungan terbaik bagi tumbuh kembang anak-anak Indonesia, khususnya di Kabupaten Kutai Timur,” ujar Mahyunadi.
Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah. Menurutnya, investasi terbesar sebuah daerah bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan kualitas manusia sejak usia dini.
“Visi pemerintah daerah adalah menciptakan sumber daya manusia yang berakhlak mulia, sehat, cerdas, dan memiliki potensi besar. Anak-anak hari ini adalah benih-benih masa depan yang kelak akan menentukan arah pembangunan Kutai Timur dan Indonesia,” katanya.
Mahyunadi menyampaikan bahwa Pemkab Kutim terus memperkuat sektor pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan generasi emas. Salah satu langkah strategis yang segera diterapkan ialah kebijakan wajib belajar 13 tahun yang mencakup satu tahun pendidikan taman kanak-kanak, enam tahun sekolah dasar, tiga tahun sekolah menengah pertama, serta tiga tahun sekolah menengah atas.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan anak usia dini tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, tetapi sebagai investasi yang menentukan kualitas generasi mendatang.
“Pendidikan dimulai sejak usia dini. Karena itu pemerintah memberikan perhatian besar kepada pendidikan taman kanak-kanak sebagai pondasi pembentukan karakter dan kecerdasan anak,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan mutu pendidikan anak usia dini, pemerintah daerah juga memberikan perhatian kepada kesejahteraan guru PAUD dan TK melalui pemberian insentif. Guru di wilayah perkotaan akan menerima insentif sebesar Rp 1 juta, sedangkan guru yang bertugas di wilayah pedalaman memperoleh insentif Rp 2 juta sesuai dengan kondisi wilayah tugas masing-masing.
Mahyunadi menilai kesejahteraan guru merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Guru PAUD disebutnya sebagai garda terdepan yang membentuk karakter, etika, dan kecintaan anak terhadap proses belajar sejak usia emas.
Selain pendidikan, pemerintah daerah juga menempatkan peningkatan kesehatan dan gizi anak sebagai prioritas pembangunan. Mahyunadi mengungkapkan bahwa angka stunting di Kutim masih menjadi perhatian serius pemerintah.
Saat ini, kata dia, prevalensi stunting berada di kisaran 26 persen dan menjadi target pemerintah untuk terus ditekan hingga berada di bawah 20 persen sesuai target yang telah ditetapkan.
Berbagai langkah telah disiapkan, mulai dari peningkatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemberian bantuan gizi berupa susu bagi anak yang mengalami stunting, hingga penyediaan bantuan sanitasi bagi masyarakat.
“Tahun 2027 pemerintah akan mengalokasikan lebih dari 500 bantuan sanitasi sehingga jumlahnya mencapai sekitar seribu bantuan. Rumah-rumah yang belum memiliki sanitasi layak akan menjadi sasaran program ini karena kesehatan anak juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggalnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan aman bagi tumbuh kembang anak.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyunadi juga mengingatkan bahwa anak-anak membutuhkan perhatian yang utuh, bukan hanya pemenuhan kebutuhan materi, tetapi juga kasih sayang, teladan, dan waktu berkualitas dari keluarga.
Menurutnya, orang tua merupakan sekolah pertama bagi anak. Karena itu, pendidikan karakter harus dimulai dari rumah sebelum dilanjutkan di sekolah dan lingkungan masyarakat.
“Berikan anak-anak kasih sayang, doa, perhatian, dan contoh yang baik. Mereka membutuhkan kehadiran orang tua serta guru yang mampu menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” pesannya.
Ia juga mengajak seluruh tenaga pendidik untuk terus membimbing anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang berprestasi. Pemerintah daerah, katanya, akan terus mendorong peningkatan kompetensi guru melalui berbagai program pendidikan lanjutan sehingga kualitas pembelajaran semakin meningkat.
Mahyunadi turut mengapresiasi berbagai prestasi yang selama ini berhasil diraih anak-anak Kutim dalam berbagai kompetisi di tingkat daerah maupun nasional. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa anak-anak Kutim memiliki potensi besar apabila memperoleh pembinaan yang baik.
Di sisi lain, Wakil Bupati mengingatkan pentingnya perlindungan terhadap anak dari berbagai ancaman yang semakin kompleks. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak harus bersinergi melindungi anak dari kekerasan, perundungan, eksploitasi, penyalahgunaan narkoba, hingga dampak negatif penggunaan media digital.
“Rumah, sekolah, dan lingkungan harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang. Jangan biarkan anak-anak kehilangan masa kecilnya akibat kekerasan atau pengaruh buruk yang merusak masa depan mereka,” tegasnya.
Mahyunadi juga mengingatkan bahwa Kutim telah menyandang predikat Kabupaten Layak Anak (KLA). Predikat tersebut, menurutnya, harus diwujudkan melalui komitmen nyata seluruh pemangku kepentingan dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan terbaik bagi anak.
Kepada ribuan anak yang hadir memenuhi GOR Kudungga, Mahyunadi menyampaikan pesan agar terus rajin belajar, menghormati orang tua dan guru, menyayangi sesama teman, serta berani bermimpi setinggi mungkin.
“Kalian adalah calon pemimpin Kutai Timur dan Indonesia di masa depan. Teruslah belajar, berbuat baik, hormati orang tua dan guru, serta jangan pernah berhenti bermimpi. Masa depan daerah ini ada di tangan kalian,” ucapnya yang disambut tepuk tangan meriah para peserta.
Mengakhiri sambutannya, Mahyunadi mengajak seluruh masyarakat menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan generasi emas Kutim.
Di tengah riuh tawa ribuan anak yang memenuhi arena kegiatan, harapan akan masa depan seolah tumbuh seperti matahari pagi yang perlahan menyinari ufuk menghadirkan keyakinan bahwa dengan pendidikan, kasih sayang, dan perlindungan yang tepat, anak-anak Kutim akan tumbuh menjadi generasi yang membawa daerah ini menuju masa depan yang lebih gemilang.(kopi15/kopi13/*/Ltr1)

