MUARA BENGKAL – Kebahagiaan membuncah menyelimuti warga Desa Senambah dan Desa Mulupan, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu (29/7/2026). Tepat di tengah kemeriahan Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Desa Senambah yang dipusatkan di Lapangan Desa Senambah, masyarakat dari dua desa tersebut merayakan momen bersejarah: resmi menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero) selama 24 jam penuh.
Bagi warga setempat, hadirnya nyala lampu terang di setiap rumah bukan sekadar persoalan penerangan. Ini adalah titik akhir dari penantian panjang selama puluhan tahun, di mana malam-malam di pedalaman ini sebelumnya hanya ditemani deru mesin genset dengan pasokan yang sangat terbatas.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, yang hadir langsung untuk meresmikan layanan tersebut, tak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa interkoneksi listrik 24 jam ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan sosial dan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pelosok.
“Dengan masuknya jaringan ini, seluruh desa di Kecamatan Muara Bengkal kini telah terelektrifikasi 100 persen. Ini adalah penantian panjang masyarakat yang akhirnya bisa terwujud berkat kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, PLN, dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Ardiansyah di hadapan ratusan warga yang memadati lokasi syukuran.
Di tengah tantangan penyesuaian anggaran daerah, Ardiansyah menegaskan bahwa percepatan pembangunan infrastruktur dasar khususnya akses jalan dan listrik tetap diletakkan sebagai skala prioritas utama. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen untuk terus mengawal sisa kawasan terpencil (rural area) di wilayah lain seperti Sandaran, Pulau Miang, dan Tanjung Mangkalihat agar segera menikmati aliran listrik secara bertahap.
Di tempat yang sama, Kepala PLN UP3 Bontang, Sri Wahyuningsih, memaparkan bahwa keberhasilan penyalaan listrik di Desa Senambah dan Mulupan ini langsung menjangkau 512 kepala keluarga sebagai pelanggan baru. Capaian ini sekaligus mendongkrak rasio elektrifikasi daerah, sejalan dengan target PLN pada tahun 2026 untuk merampungkan pembangunan jaringan di 31 titik lokasi strategis di Kutim.
“Program Listrik Desa ini merupakan bagian dari Program Strategis Nasional. Kami sangat mengapresiasi partisipasi luar biasa dari pemerintah kecamatan, desa, hingga masyarakat yang bahu-membahu mulai dari penyediaan alat berat hingga aksi gotong royong pembersihan jalur jaringan (Right of Way),” ungkap Sri Wahyuningsih penuh apresiasi.
Semangat gotong royong yang diwariskan leluhur terbukti menjadi kunci percepatan pembangunan infrastruktur ini. Gotong royong warga dalam membersihkan jalur kabel meruntuhkan berbagai hambatan geografis yang selama ini menjadi tantangan berat di wilayah pedalaman.
Rasa haru dan syukur mendalam turut disuarakan oleh Kepala Desa Senambah, Akhmad Lamo, bersama Kepala Desa Mulupan, Riansyah. Mewakili warganya, mereka meyakini bahwa kehadiran listrik PLN 24 jam ini akan menjadi motor penggerak baru bagi roda ekonomi kerakyatan.
Mulai hari ini, anak-anak di pedalaman Muara Bengkal dapat belajar dengan lebih nyaman di malam hari tanpa keterbatasan penerangan, aktivitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal memiliki peluang tumbuh lebih luas, dan kualitas hidup masyarakat pedalaman melangkah menuju era baru yang lebih terang dan produktif.(kopi5/Ltr1)

