SANGATTA – Kawasan Polder Ilham Maulana di Teluk Lingga, Sangatta Utara, bersiap berubah menjadi “stadion” raksasa, Senin (20/7/2026) dinihari tepat pukul 05.00 Wita lewat agenda nonton bareng (Nobar). Saat peluit kick-off final Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina dibunyikan, ribuan warga Kutai Timur (Kutim) dipastikan akan tumpah ruah di sana, melebur dalam euforia pesta sepak bola dunia. Sebelumnya panitia akan menggelar Nobar dalam perebutan tempat ketiga antara Perancis melawan Inggris pada Minggu (19/7/2026) dinihari di jam yang sama.

Tak hanya warga, orang nomor satu di Kutim, Bupati Ardiansyah Sulaiman, dijadwalkan hadir di tengah-tengah masyarakat. Baginya, final ini adalah ruang publik untuk merayakan kebersamaan di luar hiruk-pikuk rutinitas pemerintahan.

Ardiansyah tak menampik jika hatinya tertambat pada Argentina. Dengan antusias, ia berharap Lionel Messi dan kawan-kawan dapat mengangkat trofi. Namun, sang bupati menegaskan bahwa urusan dukungan hanyalah bumbu dalam pertandingan.

“Saya memang mendukung Albiceleste. Tapi, di luar hasil akhir nanti, yang utama adalah bagaimana kita menjaga suasana tetap kondusif, tertib, dan guyub,” tutur Ardiansyah.

Suasana “panas” dalam kemasan santai justru tersaji di jajaran pejabat daerah. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, justru berdiri di kutub berbeda dengan sang bupati. Sebagai pendukung setia La Furia Roja (Spanyol), Basuki pun tak kalah optimis tim jagoannya akan berjaya.

“Kalau saya jelas dukung Spanyol. Meski berbeda pilihan jagoan dengan Pak Bupati, esensinya sama ini momentum kita mempererat persaudaraan,” ujar Basuki sembari tertawa.

Perbedaan pilihan di meja para pejabat ini menjadi cerminan bahwa sepak bola mampu meruntuhkan sekat-sekat formalitas. Kolaborasi antara Dispora Kutim dan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kutim ini memang dirancang untuk menyatukan warga dari berbagai kalangan.

Ketua KNPI Kutim, Avivurahman Al Gazali, menuturkan bahwa nobar ini lebih dari sekadar menonton layar lebar. Pihaknya telah meracik beragam hiburan, mulai dari kuis interaktif hingga door prize menarik untuk membakar antusiasme penonton.

“Kami ingin membawa atmosfer stadion ke Sangatta. Kami mengundang seluruh warga, terutama pemuda, untuk datang membawa keluarga atau teman. Ayo kita rayakan final ini dengan seru, aman, dan penuh kegembiraan,” ajak Avivurahman.

Bagi warga Sangatta, Minggu malam nanti mungkin bukan sekadar perayaan siapa yang akan menjadi juara dunia. Lebih dari itu, Folder Ilham Maulana akan menjadi saksi bagaimana sepak bola mampu merajut kebersamaan warga di tengah gegap gempita Piala Dunia 2026.

Panitia mengimbau warga untuk hadir lebih awal guna mendapatkan posisi terbaik. Sebab, selain suguhan laga final, kemeriahan yang disiapkan panitia diharapkan menjadi salah satu perayaan sepak bola paling berkesan di jantung Kutim.(*/Ltr3)