BENGALON – Syukuran Pesta Panen Mecaq Undat 2026 berlangsung meriah di Halaman Kantor Desa Persiapan Tepian Budaya, Kecamatan Bengalon, Kamis (4/6/2026). Mengusung tema “Bersyukur, Berbudaya, Bersatu Menuju Desa Definitif dan Sejahtera”, kegiatan tersebut menjadi wujud rasa syukur masyarakat atas hasil panen sekaligus upaya melestarikan budaya leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

Acara dihadiri Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, bersama sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Bengalon Harun Al Rasyid, unsur Forkopimcam Bengalon, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan ratusan warga yang memadati lokasi kegiatan.

Dalam sambutannya, Mahyunadi mengaku tetap menghadiri kegiatan tersebut meskipun sedang kurang sehat. Menurutnya, kehadiran pemerintah di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang relatif jauh dari pusat pemerintahan, merupakan bentuk perhatian dan komitmen untuk mendengarkan langsung kebutuhan warga.

“Saya sebenarnya sedang demam di rumah. Namun ketika mendapat informasi bahwa kegiatan ini dilaksanakan di Tepian Budaya, saya memutuskan harus hadir. Daerah seperti ini jarang dikunjungi pejabat dan masyarakatnya tidak mudah bertemu dengan pemerintah. Karena itulah saya merasa perlu datang langsung untuk menyapa masyarakat,” ujarnya.

Mahyunadi menjelaskan bahwa kunjungannya juga bertujuan melihat secara langsung perkembangan Desa Persiapan Tepian Budaya yang tengah berproses menuju desa definitif. Ia ingin memastikan berbagai kebutuhan dasar masyarakat dapat menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Tadi saya melihat sendiri bahwa jaringan komunikasi di sini masih menjadi kendala. Saat membuka telepon genggam, tidak ada sinyal. Sepulang dari sini saya akan meminta Dinas Komunikasi dan Informatika mencari solusi agar masyarakat bisa segera menikmati akses komunikasi yang lebih baik,” katanya.

Pada kesempatan itu, Mahyunadi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap mempertahankan tradisi bercocok tanam padi gunung sebagai bagian dari budaya sekaligus penopang ketahanan pangan.

Menurutnya, padi gunung memiliki peran penting dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Namun, petani saat ini menghadapi tantangan yang tidak ringan, terutama setelah diberlakukannya larangan pembakaran lahan.

“Dulu proses membuka lahan lebih mudah karena masih diperbolehkan membakar. Sekarang kita tidak boleh lagi membakar karena harus menjaga lingkungan. Akibatnya biaya operasional meningkat dan tingkat kesuburan tanah juga berubah,” jelasnya.

Meski demikian, Mahyunadi menegaskan bahwa masyarakat harus tetap mencari solusi yang ramah lingkungan. Salah satunya melalui pemanfaatan teknologi pertanian dan dukungan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.

“Kalau masyarakat ingin kembali membuka lahan untuk menanam padi, segera berkoordinasi dengan camat. Nanti pemerintah daerah akan memfasilitasi komunikasi dengan perusahaan agar dapat membantu pembukaan lahan dan penyediaan pupuk sehingga hasil panen bisa lebih maksimal,” tegasnya.

Selain sektor pertanian, Mahyunadi juga menyoroti pentingnya pelestarian budaya daerah. Ia mengapresiasi berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan dalam kegiatan Mecaq Undat sebagai bentuk keberagaman budaya yang hidup dan berkembang di Kutim.

Ia berharap Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan dapat lebih aktif melakukan pembinaan terhadap berbagai potensi budaya lokal agar dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas daerah.

Sementara, Camat Bengalon Harun Al-Rasyid memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh elemen masyarakat Desa Tepian Budaya yang tetap teguh menjaga kelestarian adat istiadat di tengah gempuran arus modernisasi.

​”Kami doakan Desa Persiapan Tepian Budaya ini tetap menjaga norma-normanya, tetap menjaga adat istiadatnya karena sangat kental dengan budaya-budaya lokal,” ucapnya.

Sebelumnya, Pj Kades Persiapan Tepian Budaya Nurmukilatim menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati beserta rombongan. Menurutnya, kunjungan tersebut menjadi motivasi bagi masyarakat untuk terus membangun desa dan melestarikan budaya yang dimiliki.

“Kami berharap Pemerintah Kabupaten Kutim terus memberikan perhatian terhadap pembangunan desa kami, terutama terkait kebutuhan listrik dan jaringan komunikasi yang hingga saat ini masih menjadi harapan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Desa Persiapan Tepian Budaya saat ini dihuni sekitar 1.135 kepala keluarga dengan jumlah penduduk kurang lebih 2.200 jiwa. Dengan luas wilayah sekitar 5.938 hektare, desa tersebut terus berupaya mempercepat pembangunan menuju status desa definitif.

Melalui pelaksanaan Mecaq Undat 2026, tradisi syukuran panen diharapkan tidak hanya menjadi sarana mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian, tetapi juga memperkuat persatuan, menjaga warisan budaya leluhur, serta mendorong percepatan pembangunan Desa Persiapan Tepian Budaya menuju desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.(kopi14/kopi13/Ltr1)