SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menerima kunjungan audiensi dari Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda, Selasa (12/5/2026). Pertemuan penting yang berlangsung di Ruang Tempudau, Lantai 2 Kantor Bupati Kutim ini ditujukan untuk membahas potensi dukungan serta sinergi kerja sama dalam pengembangan konektivitas penerbangan di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim).

Pertemuan strategis ini dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Seskab Kutim, Trisno, mewakili jajaran pimpinan daerah, serta dihadiri oleh perwakilan dari manajemen UPBU Kelas I APT Pranoto, dinas-dinas terkait di lingkup Pemkab Kutim, dan jajaran stakeholder kedirgantaraan.

Pertemuan ini menjadi momentum penting karena dihadiri oleh jajaran pejabat kunci dari kedua belah pihak hingga perwakilan industri strategis guna memastikan koordinasi berjalan komprehensif.

Dari pihak Pemkab Kutim dan mitra daerah, hadir mendampingi Asisten I antara lain Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim Masrianto Suriansyah, Kabid Pengembangan dan Keselamatan Dishub Mega, perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Hanafi Muslim, serta perwakilan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Bagus. Selain unsur pemerintahan, pihak swasta selaku penggerak industri di Kutim turut hadir memberikan dukungan, yakni jajaran manajemen PT Kaltim Prima Coal (PT KPC).

Sementara itu, delegasi dari UPBU Kelas I APT Pranoto Samarinda dipimpin oleh Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama, Roslan, didampingi Koordinator Unit Pelayanan dan Kerja Sama M. Sapriansyah. Untuk memastikan aspek teknis terpenuhi, turut hadir M. Jaenal Nurrokim (Perwakilan Keamanan Penerbangan), M. Ammar (Perwakilan Teknik dan Operasi), Ahmad (Humas), serta tim Staf Pelayanan dan Kerja Sama.

Dalam arahannya, Asisten Pemkesra Kutim, Trisno, menyambut baik inisiasi kerja sama yang ditawarkan oleh pihak UPBU APT Pranoto Samarinda. Menurutnya, interkoneksi wilayah antara Kabupaten Kutim yang kaya akan potensi sumber daya alam dengan pusat pemerintahan provinsi di Samarinda memerlukan dukungan transportasi udara yang efisien, handal, dan berkelanjutan.

“Kutim memiliki mobilitas masyarakat dan pelaku usaha yang cukup tinggi. Sinergi bersama Bandara APT Pranoto ini diharapkan mampu membuka ruang kerja sama yang lebih konkret, baik dalam optimalisasi rute penerbangan, kemudahan logistik (kargo), maupun potensi pengembangan investasi daerah yang saling menguntungkan,” ujar Trisno.

Kerja sama ini juga dipandang strategis mengingat posisi Bandara APT Pranoto sebagai salah satu pintu gerbang udara (gateway) utama yang menyokong mobilitas logistik dan penumpang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).

Untuk diketahui, Bandara APT Pranoto Samarinda terus bertransformasi menjadi bandar udara modern terdepan di Kaltim. Dibangun mulai tahun 2011 untuk menggantikan Bandara Temindung yang sudah tidak layak dikembangkan, bandara ini resmi dioperasikan pada 24 Mei 2018 dan diresmikan secara langsung oleh Presiden Joko Widodo pada 25 Oktober 2018.

Saat ini, Bandara yang terletak di Jalan Poros Samarinda – Bontang, Kelurahan Sungai Siring, Kecamatan Samarinda Utara ini telah resmi menyandang status sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Perhubungan melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 63/KMK.05/2023. Status BLU ini memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan demi mendongkrak kualitas pelayanan kebandarudaraan secara profesional, produktif, dan efisien demi kenyamanan pengguna jasa transportasi udara.

Sebagai instansi yang berkomitmen penuh terhadap keterbukaan informasi dan peningkatan layanan berbasis masukan masyarakat, UPBU Kelas I APT Pranoto juga mengajak masyarakat pengguna jasa di wilayah Kaltim, termasuk warga Kutim, untuk berpartisipasi aktif dalam pengisian survei layanan.

Melalui audiensi ini, Pemkab Kutim dan pihak Bandara APT Pranoto berkomitmen untuk menyusun langkah tindak lanjut dalam bentuk kesepakatan bersama guna mewujudkan sistem transportasi udara yang terintegrasi, andal, maju, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi regional Kalimantan Timur menuju Indonesia Emas 2045.(kopi5/kopi13/ltr1)