SANGATTA – Polres Kutim dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mempererat kolaborasi lintas sektoral guna menjamin stabilitas keamanan di seluruh tahapan pesta demokrasi. Sinergi ini menjadi krusial di tengah meningkatnya tantangan pengawasan, baik di ranah fisik maupun ruang digital yang kian dinamis.

Langkah penguatan hubungan kelembagaan tersebut ditandai dengan kunjungan silaturahmi Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto ke Kantor Bawaslu Kutim di Jalan Yos Sudarso II, Sangatta Utara, Selasa (31/3/2026) sore. Kehadiran pimpinan tertinggi Polri di tingkat kabupaten ini disambut langsung oleh Ketua Bawaslu Kutim Aswadi beserta jajaran komisioner.

AKBP Fauzan Arianto menegaskan bahwa koordinasi yang solid antara penegak hukum dan pengawas pemilu adalah fondasi utama dalam menjaga kondusivitas daerah. Menurutnya, setiap tahapan demokrasi mulai dari pemilihan kepala daerah hingga pemilihan legislative memiliki kerawanan yang harus dimitigasi sejak dini.

“Silaturahmi ini adalah upaya memastikan Polres dan Bawaslu tetap satu frekuensi dalam mengawal seluruh tahapan pemilu. Komunikasi yang tidak terputus akan memudahkan kita dalam menyelesaikan setiap dinamika yang muncul di lapangan,” ujar Fauzan.

Selain pengamanan secara fisik, Kapolres menyoroti pergeseran pola kerawanan yang kini merambah ke dunia maya. Maraknya informasi palsu (hoaks) dan kampanye hitam di media sosial dinilai dapat memicu polarisasi yang mengganggu ketertiban masyarakat.

“Saat ini, tantangan kita tidak hanya menjaga keamanan di dunia nyata, tetapi juga di ruang digital. Informasi hoaks menjadi tantangan bersama yang harus kita antisipasi agar tidak mencederai proses demokrasi,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Kutim Aswadi mengapresiasi dukungan proaktif dari kepolisian. Ia menilai, keberhasilan penyelenggaraan pemilu di wilayah Kutim selama ini tidak terlepas dari peran aktif Polres dalam memberikan rasa aman, baik kepada penyelenggara maupun masyarakat pemilih.

“Sinergi yang terjalin selama ini sangat membantu kami dalam menyelesaikan berbagai hambatan teknis maupun non-teknis. Kami berharap pendampingan ini terus berlanjut guna memastikan pemilu yang jujur dan adil,” tutur Aswadi.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi momentum bagi kedua lembaga untuk menyelaraskan persepsi terkait pengamanan logistik, pengawasan masa kampanye, hingga antisipasi sengketa hasil pemilu. Polres Kutim menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan personel secara maksimal di setiap titik rawan guna menjamin “Tuah Bumi Untung Benua” tetap dalam situasi aman dan kondusif.(*/kopi13/Ltr1)