SANGATTA – Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi kunci utama menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah yang digelar di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota, RT 29 Desa Singa Gembara, Kecamatan Sangatta Utara, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Andi Palesangi, yang memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Andi Palesangi menjelaskan bahwa sampah merupakan konsekuensi logis dari setiap aktivitas manusia. Namun apabila tidak dikelola dengan baik, sampah dapat menjadi sumber berbagai permasalahan lingkungan, mulai dari pencemaran tanah, air, dan udara hingga menjadi sarang penyakit.

“Sampah adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Tetapi jika tidak dikelola dengan benar, sampah bukan lagi sekadar sisa produk, melainkan bisa menjadi sumber pencemaran dan masalah kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya paradigma lama di masyarakat yang menganggap pengelolaan sampah sepenuhnya menjadi tanggung jawab pemerintah atau petugas kebersihan. Menurutnya, cara pandang tersebut harus segera diubah.

“Tata kelola sampah yang efektif harus dimulai dari hulu, yaitu dari rumah kita masing-masing. Jika masyarakat sudah terbiasa mengelola sampah dengan baik sejak dari rumah, maka beban di tempat pembuangan akhir akan jauh berkurang,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Andi Palesangi juga menekankan pentingnya penerapan konsep 3M dalam pengelolaan sampah, yaitu memilah, mengurangi, dan memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan.

Langkah pertama adalah memilah sampah sejak dari rumah, dengan memisahkan sampah organik seperti sisa makanan dan daun dengan sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan botol.

“Sampah yang tercampur hanya akan menjadi tumpukan kotor. Sebaliknya, sampah yang sudah dipilah justru bisa menjadi sumber daya yang bermanfaat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, sampah organik dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman.

Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang.

“Kurangi penggunaan plastik sekali pakai. Jadikan sampah organik sebagai kompos, dan sampah anorganik yang masih layak jual bisa diserahkan ke bank sampah terdekat,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kaltim Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kutim Akbar Tanjung, Kepala Dinas Kesehatan Kutim Yuwana Sri Kurniawati, perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta warga yang bermukim di sekitar TPA Batota.

Melalui sosialisasi ini, pemerintah berharap masyarakat semakin sadar bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.

Dengan tata kelola sampah berbasis masyarakat, lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman dapat terwujud. Selain itu, sampah yang dikelola dengan baik juga berpotensi memberikan nilai ekonomis bagi masyarakat.(kopi10/kopi13/Ltr1)