SANGATTA — Kepolisian Resor Kutai Timur (Kutim) memperketat pengamanan dan pengawasan wilayah menjelang puncak arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah. Selain kesiapan fisik personel, otoritas kepolisian menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga toleransi serta kewaspadaan personal guna mewujudkan lingkungan yang kondusif selama masa Lebaran.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto bersama Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman serta Ketua DPRD Jimmy mengimbau seluruh warga di wilayah Kutim untuk mengedepankan kerukunan antarumat beragama di tengah dinamika mobilisasi massa yang meningkat. Pesan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya preventif menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang stabil.

“Kami mengajak masyarakat untuk menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing. Hindari aktivitas yang berisiko mengganggu kenyamanan publik, seperti balap liar maupun penggunaan petasan secara berlebihan yang dapat memicu kebakaran serta membahayakan keselamatan jiwa,” ujar Fauzan dalam arahannya di Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 di Lapangan Makopolres Kutim, Kamis (12/3/2026).

Salah satu titik krusial yang menjadi perhatian kepolisian adalah keamanan rumah yang ditinggalkan pemudik. Fenomena rumah kosong sering kali menjadi sasaran tindak kriminalitas maupun kecelakaan teknis seperti korsleting listrik dan kebakaran.

Fauzan mengingatkan para pemudik untuk melakukan pemeriksaan ganda sebelum memulai perjalanan.

“Pastikan kompor dalam keadaan mati, serta pintu dan jendela terkunci rapat. Koordinasikan dengan tetangga atau petugas keamanan setempat sebelum berangkat agar rumah yang ditinggalkan tetap terpantau,” katanya.

Sejalan dengan tema besar pengamanan tahun ini, yakni “Mudik Aman, Keluarga Bahagia”, aspek keselamatan transportasi menjadi prioritas utama. Mengingat kontur jalan dan jarak tempuh yang cukup jauh di wilayah Kalimantan Timur, kondisi fisik pengendara dan kelaikan kendaraan menjadi syarat mutlak.

Masyarakat yang melakukan perjalanan mudik diminta untuk tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan arahan petugas di lapangan menjadi kunci utama untuk menekan angka kecelakaan di jalur mudik.

“Keselamatan adalah yang utama agar masyarakat dapat merayakan hari raya bersama keluarga dengan penuh sukacita. Kami mendoakan agar seluruh warga yang mudik senantiasa sehat dan dapat kembali ke Kutim dalam keadaan selamat,” pungkas Fauzan.

Polres Kutim juga telah menyiagakan sejumlah pos pelayanan di titik-titik strategis sepanjang jalur mudik untuk memberikan ruang istirahat dan bantuan medis bagi para pelintas yang membutuhkan.(kopi15/kopi13/Ltr1)