SANGATTA – Komitmen untuk mendukung keberlanjutan pendidikan generasi muda menjadi salah satu agenda prioritas di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di tengah dinamika pergerakan mahasiswa, penyediaan fasilitas asrama permanen yang representatif di kota-kota studi menjadi harapan besar yang kini mulai dicarikan jalan keluarnya melalui sinergi lintas sektor.

Persoalan ini mengemuka dalam silaturahmi dan buka puasa bersama (Bukber) yang digelar Himpunan Pelajar Mahasiswa Kutai Timur (HIPMAKT) di Masjid H Bolly, kawasan Kenyamukan, Kamis (12/3/2026). Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Kutim Mahyunadi serta Pembina HIPMAKT yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi. Turut hadir Wakil Ketua I DPRD Kutim Sayid Anjas.

Ketua HIPMAKT Theopilus Berada, mengungkapkan bahwa organisasi yang dipimpinnya kini tengah bertransformasi menuju pembentukan Ikatan Keluarga Alumni (IKA). Langkah ini diambil untuk memastikan adanya kesinambungan dukungan bagi para pelajar dan mahasiswa yang sedang menempuh studi di luar daerah.

“Kami membutuhkan dukungan dari para senior agar IKA ini segera terbentuk. Ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata agar alumni dapat berkiprah lebih luas dan menjadi sistem pendukung bagi adik-adik mahasiswa,” ujar Theopilus.

Pembina HIPMAKT, Jimmi, menyoroti tantangan klasik yang dihadapi mahasiswa Kutim, yakni kebutuhan akan asrama permanen. Menurut dia, kendala administratif terkait aset daerah sering kali menjadi hambatan jika pembangunan hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

“Salah satu sumber pendanaan yang paling realistis adalah melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR). Jika melalui mekanisme aset daerah terasa rumit, kita harus mendorong pihak swasta untuk terlibat langsung dalam pembangunan fasilitas pendidikan ini,” kata pria yang juga Ketua DPRD Kutim tersebut.

Ia menambahkan, kestabilan fasilitas sangat memengaruhi kualitas kegiatan mahasiswa.

“Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan mahasiswa dapat lebih fokus dalam menempuh pendidikan dan berkontribusi bagi daerah di masa depan,”sebutnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menyambut baik aspirasi tersebut dan meminta pengurus mahasiswa segera menyiapkan langkah teknis. Ia menegaskan pemerintah siap memfasilitasi audiensi bersama pihak perusahaan untuk merealisasikan pembangunan asrama.

“Segera ajukan draf dan perencanaan. Kita undang perusahaan-perusahaan besar, seperti KPC, untuk duduk bersama. Jika daerah lain bisa membangun asrama yang representatif, Kutim pun harus bisa. Kita harus lebih agresif dalam mengambil peluang demi kepentingan mahasiswa,” tegas Mahyunadi.

Mahyunadi menyarankan agar pendanaan asrama nantinya benar-benar menjadi tambahan kontribusi dari pihak swasta, bukan sekadar memotong anggaran rutin yang sudah ada.

“Pemerintah daerah siap untuk memimpin langsung rapat koordinasi terkait kebutuhan asrama ini guna memastikan ada kepastian tempat bagi para perantau intelektual asal Kutim,” tegasnya.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama untuk kelancaran studi para mahasiswa. Pemerintah daerah berharap, melalui asrama permanen nantinya, simpul silaturahmi antarmahasiswa di perantauan tetap terjaga dan semangat untuk pulang membangun daerah terus terpelihara.(kopi13/Ltr1)