SANGATTA – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tahun ini terasa lebih bermakna. Mengambil momentum bulan suci Ramadan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Cabang Kutim menggelar buka puasa bersama (Bukber)sekaligus aksi sosial di Aula Hotel Five Style Kutai Permai, Rabu (11/3/2026).
Dalam kegiatan bertajuk “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Solidaritas Wartawan di Bulan Ramadan” tersebut, PWI Kutim bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC) menyalurkan 35 paket bingkisan Ramadan. Bantuan ini ditujukan bagi warga yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial lintas sektor.
“Ini adalah bentuk nyata sinergi antara dunia usaha dan insan pers. Kami mengapresiasi PT KPC yang memercayakan penyaluran bantuan ini melalui PWI,” ujar Ketua PWI Kutim, Wardi.
Di balik kemeriahan acara, Wardi menyisipkan pesan serius bagi 43 anggota PWI Kutim. Ia mengingatkan bahwa tantangan jurnalisme di era media sosial semakin berat. Kecepatan informasi seringkali menjebak wartawan dalam mengabaikan verifikasi.
“Media sosial sangat masif. Jika informasi tidak benar dan tidak terverifikasi, risikonya adalah gugatan hukum. Kami menekankan agar seluruh anggota PWI tetap tegak lurus pada Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan kode perilaku profesi,” tegas Wardi.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelola media siber untuk lebih jeli agar tidak terseret persoalan hukum akibat konten yang tidak akurat.
Sinyal positif datang dari Pemerintah Kabupaten Kutim. Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Ronny Bonar Hamonangan Siburian, menegaskan bahwa pemkab sangat terbuka terhadap fungsi kontrol pers.
“Kami tegaskan, pemerintah tidak anti-kritik. Kami justru butuh kritik sebagai vitamin untuk meningkatkan pelayanan. Syaratnya satu, kritik harus sehat, objektif, dan tidak menyerang ranah personal,” ungkap Ronny yang hadir mewakili Bupati dan Wakil Bupati Kutim.
Ronny juga mendorong agar jurnalis di Kutim terus meningkatkan kapasitas melalui Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Selain itu, ia mengimbau perusahaan media untuk segera mengurus verifikasi di Dewan Pers demi menjamin profesionalisme dan perlindungan hukum bagi jurnalisnya.
Senada, Acting General Manager External Affairs and Sustainable Development (ESD) PT KPC, Nanang Supriyadi, menyebut kolaborasi segitiga antara perusahaan, pemerintah, dan pers adalah kunci pembangunan daerah. “Sinergi ini harus terus kita rawat demi membangun Kutai Timur yang kita cintai,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan penyerahan bingkisan secara simbolis dan ramah tamah, mempertegas solidnya hubungan antara insan pers, birokrasi, dan pelaku industri di Bumi Untung Benua.(kopi10/kopi13/Ltr1)

