KAUBUN – Deru mesin kendaraan kini mulai menggantikan suara mesin perahu tambang di Desa Kadungan Jaya Kecamatan Kaubun dan Desa Pelawan Kecamatan Sangkulirang Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Setelah melalui proses pembangunan yang berliku selama 13 tahun, Jembatan Sungai Nibung akhirnya resmi beroperasi, menandai babak baru konektivitas di wilayah pesisir utara Kalimantan Timur (Kaltim).
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, meresmikan langsung infrastruktur senilai Rp 176 miliar tersebut pada Selasa (24/2/2026) didampingi Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Peresmian ini dilakukan di tengah padatnya agenda kenegaraan di Ibu Kota Nusantara (IKN) dan kunjungan sejumlah menteri serta pimpinan negara ke Benua Etam.
“Jembatan ini bukan hanya milik warga Kaubun atau Sangkulirang, tetapi milik semua. Bahkan, warga dari Berau hingga Kalimantan Utara akan melintasi jalur ini. Ini adalah simbol hadirnya negara di tengah masyarakat untuk menjawab tantangan masa depan,” ujar Rudy Mas’ud dalam sambutannya yang emosional di hadapan warga.
Bagi masyarakat setempat, jembatan ini adalah akhir dari penantian panjang sejak tahun 2013. Rudy mengakui bahwa menyelesaikan proyek yang sempat mangkrak dan terkendala berbagai persoalan teknis serta administratif bukanlah perkara mudah. Sejak dilantik pada Februari 2025 lalu, penuntasan proyek strategis menjadi prioritas utama dalam satu tahun kepemimpinannya.
Ia menekankan bahwa meskipun kepemimpinan boleh berganti, tanggung jawab terhadap pemenuhan hak rakyat tidak boleh terhenti. “Kami tidak ingin dikenal sebagai pemimpin yang pandai berjanji. Kami buktikan. Walaupun baru satu tahun menjabat, kami berkomitmen menuntaskan apa yang telah dinantikan rakyat selama 13 tahun,” tegasnya.
Penyelesaian jembatan ini memang sempat mengalami pergeseran jadwal dari target akhir 2024 akibat kendala cuaca dan urusan administratif pergantian tahun anggaran. Namun, pemerintah provinsi memilih untuk mempercepat peresmian sebelum memasuki bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, guna menunjang mobilitas warga selama masa hari raya.
Secara teknis, Jembatan Sungai Nibung memiliki bentang utama sepanjang 390 meter dengan jembatan pendekat 135 meter dan jalan akses sepanjang 500 meter. Kehadirannya diprediksi akan memangkas biaya logistik secara signifikan di wilayah utara Kaltim.
Rudy meyakini bahwa infrastruktur ini akan membuka keran investasi, baik jangka pendek maupun panjang, serta memperluas lapangan kerja bagi warga lokal. Efisiensi waktu tempuh akan membuat distribusi barang dan jasa menjadi lebih cepat dan terjangkau.
“Kawasan utara Kalimantan Timur, khususnya wilayah pesisir, tidak boleh tertinggal. Keadilan pembangunan adalah hak seluruh rakyat Kalimantan Timur,” pungkasnya.
Dengan beroperasinya jembatan ini, akses menuju kawasan Sangkulirang hingga perbatasan Kalimantan Utara kini semakin terbuka lebar. Bagi warga Kadungan Jaya dan Pelawan, jembatan ini lebih dari sekadar beton dan baja, ia adalah jembatan menuju kesejahteraan yang selama belasan tahun hanya menjadi angan-angan di seberang sungai.(kopi13/Ltr1)

