SANGATTA – Pemerintah Desa (Pemdes) Singa Gembara benar-benar serius dalam urusan kesehatan masyarakat. Di bawah komando Kepala Desa Hamriani Kassa, desa di wilayah Sangatta Utara ini tengah melakukan akselerasi besar-besaran terhadap fasilitas posyandu. Tak tanggung-tanggung, delapan posyandu di desa tersebut kini masuk dalam skema penguatan anggaran, baik untuk pembangunan fisik maupun sarana penunjang.
Dalam peresmian salah satu gedung posyandu baru-baru ini yakni Posyandu Flamboyan yang dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman dan Ketua TP Pembina Posyandu Kutim Siti Robiah Ardiansyah, Hamriani memaparkan rincian investasi kesehatan di wilayahnya. Gedung posyandu yang diresmikan tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) tahun 2025 senilai Rp 168 juta. Pembangunan ini juga didukung pengadaan lahan seluas 18 meter x 6 meter persegi yang dibiayai Dana Bagi Hasil (DBH) 2024 sebesar Rp 50,4 juta.
“Alhamdulillah, dari delapan posyandu di Singa Gembara, hampir semuanya tuntas. Tinggal satu lagi, yakni Posyandu Kamasan, yang saat ini tahap pembangunannya didukung melalui CSR PT KPC,” urai Hamriani.
Salah satu perhatian khusus Pemdes saat ini adalah relokasi Posyandu Mentari. Pasalnya, lokasi lama dinilai kurang ideal karena berada di pinggir jalan dan kontur tanah yang bertebing.
“Ini menjadi PR kami. Kami akan mencari lokasi terbaik agar pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak di Posyandu Mentari bisa lebih optimal dan aman,” tambahnya.
Selain infrastruktur, Singa Gembara melakukan terobosan dalam penanganan stunting. Memanfaatkan program bantuan keunggulan khusus dari Pemkab Kutim, desa ini bakal mengucurkan Dana RT untuk intervensi gizi kronis tersebut. Rencananya, minggu depan program ini mulai direalisasikan setelah pembahasan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) di 36 RT tuntas.
“Insyaallah, Kamis besok kami laksanakan penjabaran Silpa. Jadi, minggu depan Dana RT sudah bisa bergerak untuk intervensi stunting skala RT. Ini berkah Ramadan bagi warga,” tegas Hamriani.
Di balik megahnya gedung-gedung posyandu yang kini mulai dilengkapi kanopi tersebut, Hamriani menyadari peran vital para kader. Ia menyebut gedung posyandu sehebat apa pun tidak akan berarti tanpa dedikasi kader yang bekerja secara sosial.Karena itu, ia menitipkan harapan agar etos kerja para kader dibarengi dengan perhatian kesejahteraan yang sepadan.
“Kami berharap peran aktif kader ini ke depan dibarengi dengan peningkatan insentif. Mereka adalah ujung tombak pelayanan kesehatan di tingkat paling bawah,” pungkasnya.(kopi13/Ltr1)

