SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menggelar rapat rutin Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Meeting Room Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kutim, Selasa (10/2/2026). Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Ardiansyah Sulaiman, ini membahas integrasi penanganan bencana hidrometeorologi dengan persiapan menghadapi momentum keagamaan dan hari besar nasional, yakni Ramadan, Idulfitri, dan Imlek.

Rapat tersebut menjadi forum strategis lintas sektor dalam menyatukan langkah pemerintah daerah, unsur TNI–Polri, kejaksaan, serta instansi vertikal dan perangkat daerah, guna memastikan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana sekaligus menjaga stabilitas sosial, ekonomi, dan keamanan masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Ardiansyah Sulaiman menegaskan pentingnya pendekatan terpadu antara penanganan risiko kebencanaan dengan pengendalian inflasi daerah serta pengamanan kebutuhan dasar masyarakat menjelang periode meningkatnya mobilitas dan aktivitas ekonomi.

“Isu kebencanaan hidrometeorologi tidak bisa berdiri sendiri. Harus terintegrasi dengan kesiapan menghadapi Ramadan, Idul Fitri, dan Imlek, termasuk pengendalian inflasi, ketersediaan sembako, keamanan wilayah, hingga kesiapan infrastruktur,” tegas Bupati.

Salah satu fokus utama rapat adalah penanganan bencana hidrometeorologi, khususnya potensi banjir, longsor, dan dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan meningkat akibat curah hujan tinggi.

“Saya menekankan perlunya kesiapsiagaan dini, penguatan koordinasi lintas sektor, serta percepatan respons di titik-titik rawan bencana,” tegas Bupati.

Rapat juga membahas isu inflasi daerah yang berpotensi meningkat menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri. Ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) menjadi perhatian utama, mengingat tingginya kebutuhan masyarakat pada periode tersebut. Pemerintah daerah diminta memastikan distribusi logistik berjalan lancar, harga tetap stabil, serta tidak terjadi kelangkaan barang di pasaran.

Aspek keamanan dan ketertiban masyarakat turut menjadi fokus pembahasan. Forkopimda menegaskan pentingnya penguatan pengamanan wilayah, terutama menjelang hari besar keagamaan yang identik dengan peningkatan aktivitas masyarakat, arus lalu lintas, dan potensi gangguan kamtibmas.

Dari sisi infrastruktur, rapat menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan dan fasilitas publik di beberapa titik yang dinilai memerlukan perhatian serius. Beberapa lokasi infrastruktur disebut berada dalam kondisi mengkhawatirkan, terutama yang berpotensi terdampak banjir dan cuaca ekstrem. Pemerintah daerah diminta segera melakukan langkah perbaikan dan mitigasi guna memastikan keselamatan serta kelancaran mobilitas masyarakat.

Dalam rapat tersebut juga dibahas rencana penerbitan edaran resmi pemerintah daerah yang akan dikeluarkan menjelang Ramadan hingga Dzulhijjah. Edaran ini akan mengatur berbagai aspek strategis, mulai dari kesiapsiagaan kebencanaan, pengendalian inflasi, pengamanan hari besar keagamaan, hingga pengaturan distribusi dan ketersediaan kebutuhan energi masyarakat, termasuk BBM dan LPG.

Pembahasan BBM dan LPG menjadi perhatian khusus mengingat meningkatnya konsumsi energi masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri. Forkopimda menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pasokan tetap aman, distribusi lancar, serta tidak terjadi kelangkaan di lapangan.

Sebagai tindak lanjut, Bupati Ardiansyah Sulaiman menginstruksikan agar beberapa perangkat daerah (PD) segera dipanggil secara khusus guna membahas langkah teknis implementasi hasil rapat. Pemanggilan dinas ini bertujuan mempercepat pengambilan keputusan dan memastikan setiap sektor memiliki rencana aksi yang jelas dan terukur.

Koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam implementasi kebijakan, baik dalam penanganan bencana, pengendalian inflasi, pengamanan wilayah, maupun kesiapsiagaan menghadapi hari besar keagamaan.

Selain agenda strategis tersebut, rapat Forkopimda juga memuat informasi rutin dari unsur kepolisian, termasuk laporan kegiatan operasi-operasi berkala serta informasi terkait koperasi tutup dan kegiatan rutin pengawasan yang menjadi bagian dari tugas kelembagaan Polres.

Rapat ditutup dengan kesepakatan bahwa tindak lanjut teknis akan dilaksanakan pada pukul 14.30 WIB, dengan agenda khusus koordinasi lanjutan antar perangkat daerah dan unsur terkait untuk mempercepat realisasi kebijakan yang telah disepakati.

Melalui rapat rutin Forkopimda ini, Pemerintah Kabupaten Kutim menegaskan komitmennya untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif, terkoordinasi, dan berorientasi pada perlindungan masyarakat, baik dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi maupun dalam memastikan keamanan, stabilitas ekonomi, dan kenyamanan warga menjelang Ramadan, Idufitri, Imlek, hingga bulan Dzulhijjah.(kopi15/kopi13/Ltr1)