SANGATTA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kutim bersama perwakilan PT Kaltim Prima Coal (KPC) melakukan Rapat Koordinasi Lalu Lintas menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 H. Rapat yang menjadi rutinitas tahunan ini dilaksanakan di S11 Kantor External Townhall Swarga Bara dan membahas langkah antisipasi kepadatan arus lalu lintas khususnya akibat aktivitas pasar tumpah dan peningkatan mobilitas masyarakat menjelang waktu berbuka puasa, Selasa (3/2/2026).
Mewakili Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kutim Abdul Muis, Kepala Seksi Lalu Lintas Dishub Kutim Zulkarnain menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas selama Ramadan difokuskan pada pengaturan angkutan karyawan serta pengendalian arus kendaraan di titik rawan kemacetan. Salah satu lokasi utama adalah kawasan depan Gedung Buana Mekar, Sangatta Lama, yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan penjualan takjil.
“Seiring adanya pasar tumpah dan penjualan takjil, terdapat ruas jalan yang tidak dapat dilintasi. Oleh karena itu, arus kendaraan, khususnya bus angkutan karyawan, akan dialihkan melalui putaran yang telah ditentukan dan disepakati bersama pihak PT KPC serta Sat Lantas,” ujar Zulkarnain.
Ditambahkan Zul, sapaan akrabnya, rekayasa lalu lintas ini akan diberlakukan selama satu bulan penuh, dengan waktu pelaksanaan setiap hari mulai pukul 16.30 Wita hingga 18.15 Wita. Penjagaan dilakukan di satu titik utama, yakni di depan Gedung Buana Mekar, yang juga ditetapkan sebagai titik kumpul dan titik putar angkutan karyawan. Dishub Kutim bersama Sat Lantas Kutim akan menurunkan personel untuk memastikan pengaturan berjalan lancar dan aman.
Selain penjagaan langsung, Dishub juga akan memasang spanduk imbauan kepada masyarakat terkait adanya pengalihan dan pemutaran arus bus karyawan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan antara pembeli dan penjual takjil serta menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan.
Sementara itu, Kanit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Sat Lantas Polres Kutim, Sasnural menyampaikan bahwa pihaknya saat ini tengah melaksanakan Operasi Keselamatan 2026 yang berlangsung mulai 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas, tidak menggunakan gawai saat berkendara, tidak berboncengan lebih dari satu orang, serta tidak mengonsumsi alkohol. Kami juga mengantisipasi penggunaan badan jalan untuk parkir, terutama di kawasan wisata,” jelas Sasnural.
Ia menambahkan jika Sat Lantas Kutim juga telah melakukan survei dan pendataan di sejumlah titik rawan kecelakaan dan rawan longsor, seperti ruas Teluk Pandan–Santan dan jalan nasional menuju Bengalon.
“Pemasangan rambu peringatan, spanduk imbauan, serta barrier pengaman akan dilakukan sebagai bentuk pencegahan. Selain itu, ramp check kendaraan umum, khususnya bus dan angkutan karyawan, akan kembali dilaksanakan untuk memastikan kelaikan jalan,” sebutnya.
Melalui sinergi Dishub, Sat Lantas, dan KPC diharapkan pengaturan lalu lintas selama Ramadan di Kutim dapat berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman dan khusyuk menjalankan ibadah.(kopi10/kopi13/Ltr1)

