SANGATTA – Menghadapai Ramadan, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah bersiap memperketat pengawasan lalu lintas guna menjamin keselamatan pengguna jalan di wilayah Sangatta. Fokus utama dalam waktu dekat adalah pelaksanaan inspeksi keselamatan kendaraan atau ram check serta penataan kembali titik naik-turun angkutan karyawan guna menekan angka fatalitas kecelakaan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kutim, Abdul Muis, melalui Kepala Seksi Lalu Lintas, Zulkarnain, mengungkapkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut atas instruksi intensif dari Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri terkait prioritas keselamatan jalan.

Zulkarnain menjelaskan, pemeriksaan kelaikan atau ram check akan menyasar kendaraan mobilisasi umum, mulai dari armada travel hingga bus-bus yang beroperasi melalui terminal Kota Sangatta. Upaya ini dilakukan secara maksimal untuk memastikan setiap armada yang melintas dalam kondisi layak jalan secara teknis.

“Kami akan segera melaksanakan ram check untuk memastikan kelaikan jalan kendaraan umum. Tujuannya jelas, yakni meminimalkan risiko kecelakaan dan menghindari jatuhnya korban fatal di jalan raya,” ujar Zulkarnain saat memberikan keterangan pers didampingi perwakilan KPC dan Sat Lantas Kutim, Selasa (3/2/2026).

Selain pemeriksaan fisik kendaraan, Dishub juga menaruh perhatian serius pada titik putaran di kawasan Buana Mekar di kawasan Sangatta Lama yang memiliki jalur cukup pendek. Untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan saat bus-bus besar memutar, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT KPC untuk menempatkan personel penjagaan di titik tersebut.

“Rencananya akan ada empat personel yang berjaga di sana. Ada 2 dari Sat Lantas Polres Kutim dan 2 dari Dishub. Ini penting agar saat bus memutar, arus lalu lintas tetap terkendali dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya.

Ditambahkan Zul sapaan akrabnya, Dishub Kutim juga menegaskan terkait persoalan angkutan karyawan KPC juga menjadi poin krusial yang dibahas. Dishub Kutim mencatat perlunya sinkronisasi kembali mengenai titik-titik halte yang selama ini digunakan. Zulkarnain mengakui bahwa beberapa marka atau rambu halte yang telah ditetapkan tahun-tahun sebelumnya mulai hilang atau tidak diketahui secara pasti oleh para pengemudi angkutan karyawan.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dishub Kutim telah menjalin komunikasi dengan bagian transportasi PT KPC, khususnya terkait pembangunan dan perbaikan atau penataan (restrukturisasi) halte.Penentuan titik naik dan turun penumpang yang jelas dinilai menjadi kunci agar armada angkutan tidak berhenti sembarangan di bahu jalan yang dapat memicu kecelakaan.

“Dalam waktu dekat kami akan menggelar Forum Lalu Lintas untuk memperjelas kembali titik-titik halte ini. Kami memohon pihak perusahaan melalui bagian transportasinya untuk membangun fasilitas halte yang representatif. Kami juga akan memasang kembali rambu-rambu turun-naik penumpang agar semuanya tertib,” tegasnya.

Melalui sinergi antara Dishub, Kepolisian, dan sektor swasta, diharapkan manajemen lalu lintas di Kutim semakin profesional. Pengawasan rutin dan penataan infrastruktur penunjang seperti halte dan rambu jalan menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan bagi seluruh masyarakat pengguna jalan.(kopi13/Ltr1)