SOLO – Persikutim United akhirnya bisa bernapas lega. Dalam laga hidup-mati yang mempertaruhkan eksistensi mereka di kasta sepak bola nasional, tim berjuluk Singa Mose ini sukses membungkam Persebata Lembata dengan skor meyakinkan 2-0 pada babak Playoff Degradasi Liga Nusantara, Senin (2/2/2026).
Kemenangan di Stadion UNS ini menjadi jaminan mutlak bagi klub kebanggaan Kutai Timur (Kutim) untuk tetap berlaga di kompetisi Liga 3 musim depan. Sejak peluit sepak mula ditiup, atmosfer pertandingan terasa begitu mencekam. Kedua kesebelasan sadar bahwa kekalahan berarti pintu keluar menuju kompetisi amatir yang lebih rendah.
Determinasi tinggi yang ditunjukkan skuad asuhan Syafril Usman menjadi kunci kemenangan. Meski ditekan oleh lawan, efektivitas transisi dari bertahan ke menyerang milik Persikutim terbukti jauh lebih tajam. Syafril Usman tak mampu menyembunyikan rasa bangganya terhadap performa spartan yang diperlihatkan anak asuhnya sepanjang 90 menit.
“Laga ini sangat menguras emosi karena setiap tim membawa ambisi besar untuk selamat dari jurang degradasi. Persiapan intensif yang kami lakukan dalam beberapa pekan terakhir terbayar lunas. Para pemain tampil luar biasa dan memberikan segalanya untuk nama Persikutim di dada,” ungkap Syafril dalam sesi konferensi pers usai laga.
Secara taktikal, Syafril menyoroti adanya kemajuan pesat pada koordinasi antarlini. Meskipun sempat melakukan bongkar pasang pemain di tengah laga untuk menstabilkan pertahanan, skema yang ia rancang sepekan terakhir berjalan nyaris sempurna.
“Dinamika di lapangan memang menuntut kita cepat beradaptasi. Ada beberapa posisi yang sempat rawan, namun pergantian pemain yang dilakukan efektif meredam tekanan lawan, terutama di babak kedua,” tambahnya.
Euforia kemenangan ini juga disyukuri oleh Ketua Umum Persikutim United, Pandi Widiarto. Baginya, bertahannya klub ini di Liga 3 adalah jawaban atas doa dan kerja keras seluruh elemen tim yang ingin tetap memberikan kontribusi positif bagi daerah.
“Alhamdulillah, Tuhan menjawab doa kami. Jika memang tim ini membawa kebaikan bagi Kutim, maka biarlah ia bertahan. Sebaliknya, jika tidak bermanfaat, biarkan menjadi kenangan. Ternyata hari ini kita diberi kesempatan untuk terus berjuang,” tutur Pandi dengan penuh haru.
Ia pun menegaskan komitmennya untuk menjadikan Persikutim sebagai kawah candradimuka bagi bibit-bibit atlet lokal agar mampu menembus pentas profesional nasional di masa depan. Tak lupa, apresiasi tinggi ia sampaikan kepada Pemerintah Daerah, sponsor, dan para pendukung setia.
“Kami memohon maaf jika hasil musim ini belum sepenuhnya maksimal. Namun, kemenangan hari ini adalah pijakan untuk berbenah. Insyaallah, ke depan Persikutim akan bangkit lebih kuat untuk menjadi kebanggaan masyarakat Kutim,” pungkasnya.(*/Ltr1)

