TELUK PANDAN – Hamparan lahan di Jalan Pendidikan RT 07, Desa Kandolo, mendadak memerah oleh ranumnya buah tomat yang siap petik. Di tengah suasana asri tersebut, Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman turun langsung melakukan panen raya sekaligus meninjau progres pembinaan hortikultura yang dikelola oleh Kelompok Tani (Poktan) Sumber Urip, Rabu (21/1/2026).

Momen panen ini bukan sekadar aktivitas rutin, melainkan bukti nyata bahwa komoditas hortikultura mampu menjadi mesin penggerak ekonomi desa yang andal. Kehadiran Bupati di tengah petak lahan milik Yudi, salah satu petani setempat, menegaskan dukungan pemerintah terhadap sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan daerah.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutim, Dyah Ratnaningrum, membeberkan kalkulasi bisnis yang sangat menggiurkan dari budidaya tomat di wilayah ini. Berdasarkan data teknis di lapangan, satu hektare lahan tomat mampu menghasilkan pendapatan kotor hingga Rp 140 juta dalam satu siklus panen.

“Dengan biaya produksi yang hanya berkisar di angka Rp 25 juta, petani bisa mengantongi keuntungan bersih yang signifikan. Jika dirata-ratakan, seorang petani dapat memperoleh penghasilan bersih sekitar Rp 5 juta per satu periode panen. Ini adalah angka yang sangat kompetitif untuk meningkatkan taraf hidup di pedesaan,” jelas Dyah secara rinci.

Bupati Ardiansyah Sulaiman memberikan apresiasi tinggi atas kegigihan Poktan Sumber Urip. Menurutnya, tomat merupakan komoditas strategis karena masa tanamnya yang singkat dan permintaan pasar yang selalu tinggi. Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan tidak boleh berhenti pada tahap produksi saja.

“Pemerintah berkomitmen mendampingi dari hulu ke hilir. Kita tidak ingin petani hanya jago menanam, tapi juga harus kuat dalam pengolahan pascapanen dan akses pasar. Penguatan kelembagaan kelompok tani adalah kunci agar posisi tawar petani kita tidak dipermainkan oleh spekulan,” tegas Bupati Ardiansyah.

Ia juga mendorong para petani untuk terus berinovasi menggunakan teknologi tepat guna agar produktivitas lahan seluas 22,2 hektare yang dikelola kelompok ini tetap stabil meski menghadapi perubahan cuaca.

Di sisi lain, Ketua Poktan Sumber Urip, Arif Sugianto, mengungkapkan bahwa kelompoknya kini fokus mengelola beragam komoditas seperti melon, semangka, dan cabai secara bergilir. Meski produktivitas tinggi, ia menyampaikan aspirasi terkait kendala distribusi hasil panen dari lahan menuju pasar.

“Kami sangat bersyukur atas pembinaan selama ini. Namun, kami berharap pemerintah bisa membantu pengadaan alat angkut panen. Mengingat regulasi alsintan yang ketat, bantuan armada angkut akan sangat membantu kami mempercepat distribusi agar buah tetap segar sampai ke tangan konsumen,” harap Arif.

Panen raya di Desa Kandolo ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kecamatan Teluk Pandan. Dengan sinergi antara kerja keras petani dan pendampingan teknis dari pemerintah, sektor hortikultura terbukti mampu memulihkan martabat ekonomi petani sekaligus memastikan Kutim mandiri secara pangan.(Ltr1)