SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) secara resmi membuka Kutim Tradisional Archery Tournament Bupati Cup Open Series 3 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Alun-Alun Bukit Pelangi, Sabtu (27/12/2025). Kejuaraan panahan tradisional ini menjadi ajang bergengsi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.

Turnamen ini merupakan penyelenggaraan tahun ketiga dan untuk pertama kalinya digelar secara terbuka berskala nasional. Ke depan, kejuaraan panahan tradisional ini direncanakan menjadi agenda rutin tahunan di Kutim.

Ketua Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Kutim Mohammad Anil Rehman, menyampaikan bahwa pelaksanaan turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Pemkab Kutim melalui dana hibah tahun 2025.

“Alhamdulillah, dukungan Pemkab Kutim sangat luar biasa. Ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap pengembangan olahraga panahan tradisional,” ujar Anil Rehman.

Ia menjelaskan, kejuaraan ini diikuti lebih dari 600 peserta anak-anak dan dewasa yang akan memperebutkan piala bergilir bupati. Untuk kategori anak-anak, jarak lomba yang dipertandingkan yakni 5 meter, 7 meter, dan 10 meter, sedangkan kategori dewasa mempertandingkan jarak 40 meter dan 70 meter.

Menariknya, khusus untuk kategori dewasa jarak 70 meter, panitia juga menghadirkan sesi memanah pada malam hari, tepatnya pada Sabtu malam nanti, yang menjadi daya tarik tersendiri dalam turnamen ini.

Turnamen ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kutim Basuki Isnawan, yang hadir mewakili Bupati Kutim. Dalam sambutannya, Basuki menilai geliat olahraga di Kutim menunjukkan perkembangan yang sangat positif.

“Geliat olahraga di Kutim luar biasa. Kutim kini menjadi barometer olahraga di Kaltim,” ujar Basuki.

Ia juga menekankan bahwa olahraga panahan memiliki nilai strategis dalam pembinaan karakter atlet, terutama dalam melatih fokus dan konsentrasi. Basuki mendorong Fespati Kutim untuk terus berinovasi dalam menyelenggarakan event-event panahan tradisional ke depan.

“Kami berharap Fespati Kutim bisa terus berinovasi dan menghadirkan kejuaraan panahan tradisional yang lebih besar dan berkualitas,” tambahnya.

Basuki juga berpesan kepada seluruh klub panahan di Kutim agar terus membimbing dan memonitor atlet-atletnya secara berkelanjutan, guna mencetak prestasi yang membanggakan di tingkat regional maupun nasional.

Dalam rangkaian acara pembukaan, turut dilakukan penyerahan Surat Keputusan (SK) klub panahan oleh Bupati Kutim yang diwakili Kadispora Basuki Isnawan. Penyerahan SK tersebut turut didampingi Ketua Fespati Kaltim Wahyu Abu Ahmad, serta Ketua Fespati Kutim Mohammad Anil Rehman.

Saat ini, tercatat terdapat delapan klub panahan yang aktif di Kutim dan menjadi bagian penting dalam pengembangan olahraga panahan tradisional di Kutim. Ke depan, panahan tradisional diharapkan tidak hanya menjadi cabang olahraga unggulan daerah, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kutim di tingkat regional, nasional, hingga internasional.(kopi8/kopi13/Ltr1)