SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melalui Dinas Tanaman Pabgan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) terus mematangkan langkah strategis dalam mewujudkan kedaulatan pangan melalui transformasi ekonomi hijau. Hal ini ditegaskan dalam acara Dialog Publik bertajuk “Inovasi Ekonomi Hijau untuk Ketahanan Pangan yang Tangguh, Mandiri, dan Berdaya Saing” yang digelar di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Kamis (18/12/2025) pagi.

Mewakili Bupati Kutim, Kepala DTPHP, Dyah Ratnaningrum, secara resmi membuka dialog yang menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pemuda, dan pemangku kepentingan sektor agraria tersebut.

Dalam sambutannya, Dyah Ratnaningrum mengungkapkan fakta krusial terkait kondisi demografis sektor pertanian di Kutim. Saat ini, sekitar 63 persen populasi petani telah memasuki usia tua, sementara sisanya berasal dari kalangan milenial. Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada lambatnya adopsi inovasi teknologi dan produktivitas hasil tani.

“Bapak Bupati memiliki target besar untuk mewujudkan 20.000 hektare sawah di Kutim. Namun, tantangan kita saat ini adalah pemanfaatan lahan. Tercatat sekitar 3.500 hektare lahan potensial tidak termanfaatkan dan kembali menjadi hutan,” jelas Dyah.

Ia berharap kehadiran Komite Tani Muda (KTM) dapat menjadi motor penggerak untuk menghidupkan kembali lahan-lahan tidur tersebut, sekaligus menggeser ketergantungan ekonomi dari sektor pertambangan ke sektor pertanian yang lebih berkelanjutan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD KNPI Kutim, Avivurahaman Al-Ghazali, menyatakan kesiapan pemuda untuk bertransformasi. Menurutnya, KNPI kini memposisikan diri sebagai wadah kreativitas bagi pemuda untuk berkarya nyata, khususnya dalam mendukung visi dan misi Bupati serta Wakil Bupati Kutim.

“Pemuda adalah harapan masa depan di bidang pertanian. Kami terus mendorong dan menggalakkan semangat inovasi agar sektor ini menjadi pilihan karier yang menjanjikan bagi generasi muda Kutim,” tegas Avivurahaman.

Ketua Bidang Pertanian dan Peternakan DPD KNPI Kutim sekaligus panitia penyelenggara Sadam Amrul menjelaskan bahwa dialog ini tidak hanya sekadar diskusi formal, namun bertujuan untuk menghasilkan output konkret.

“Hasil dari dialog publik ini akan dituangkan dalam sebuah deklarasi piagam yang menjadi komitmen bersama para pemuda Kutim dalam berinovasi memajukan sektor pertanian dari hulu ke hilir,” ungkapnya.

Dengan semangat kolaborasi ini, Pemkab Kutim optimis bahwa transisi menuju ekonomi hijau dapat memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru yang berbasis pada kelestarian lingkungan.(kopi5/kopi13/Ltr1)