SANGATTA – Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kutai Timur (Kutim) secara resmi melantik dan memberikan pembekalan kepada 30 orang relawan Pemuda Siaga Bencana. Acara ini berlangsung di Ruang Tempudau Kantor Bupati Kutim pada Sabtu (13/12/2025), sebagai langkah konkret pemuda dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah tersebut.

Ketua Bidang Penanggulangan Bencana DPD KNPI Kutim, Agus Kurniady, menyatakan bahwa pembentukan relawan ini sangat krusial mengingat potensi bencana di Kutim. Ia menyoroti pengalaman banjir besar yang melanda Sangatta Selatan dan Utara pada tahun 2021, serta bencana banjir yang terjadi di Wahau pada tahun ini.

“Kehadiran para relawan ini diharapkan dapat membantu korban bencana dan menjadi mitra aktif dalam setiap kegiatan kebencanaan,” ujar Agus Kurniady.

Agus menambahkan para peserta relawan akan menjalani pembekalan intensif selama dua hari dengan lima materi utama. Mereka diminta untuk fokus dalam menguasai pengetahuan tentang kebencanaan dan memahami aspek keselamatan atau safety saat bertugas di lapangan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kutim, Akbar Tanjung, memberikan motivasi tinggi kepada para relawan. Mengutip semangat Bung Karno tentang peran 10 pemuda, Akbar menegaskan pentingnya aksi kolektif dalam penanggulangan bencana.

“Bidang penanggulangan bencana harus ada ilmunya. Kalian harus memiliki bekal yang cukup untuk melakukan tindakan preventif dan pencegahan situasi bencana. Dapatkan ilmunya, pahami medannya. Setiap langkah kita harus terukur dan tepat tujuannya,” tegas Akbar.

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim, Basuki Isnawan, yang mewakili Bupati Kutim. Dalam arahannya, Basuki menekankan agar para pemuda tidak hanya menunggu bencana datang, tetapi harus “bermain sebelum bencana”.

Basuki Isnawan memaparkan tiga langkah strategis yang harus dilakukan para relawan yakni pertama, melakukan kampanye sosial ke seluruh kecamatan dan sekolah-sekolah untuk menyosialisasikan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Kedua, melakukan penanaman pohon di lingkungan rumah masing-masing.

Ketiga, melaksanakan gotong royong untuk mitigasi bencana dan berkoordinasi secara harmonis dengan pemerintah serta pemuda di seluruh kecamatan.

“Satu pesan saya, mari kita ciptakan suasana yang harmonis dan rukun di antara pemuda kita. Mari kita dukung bersama program pemerintah dalam menjaga lingkungan dan kesiapsiagaan bencana,” tutup Basuki Isnawan.

Pelantikan dan pembekalan ini menandai dimulainya gerakan pemuda yang lebih terorganisir di Kutim, siap untuk berkontribusi dalam upaya mitigasi dan respons bencana di masa depan.(kopi13/Ltr1)