SANGATTA – Gelombang aksi unjuk rasa terus berlanjut di Kutai Timur (Kutim). Setelah Aliansi Kutim Melawan dan Gerakan Solidaritas Kutim, kini giliran Aliansi Civil Guard Civil (CGC) yang menyuarakan aspirasi mereka di depan gedung DPRD Kutim, Selasa (2/9/2025). Aksi ini menjadi yang ketiga dalam tiga hari terakhir.

Berbeda dengan dua aksi sebelumnya, CGC berhasil menyampaikan puluhan tuntutan secara langsung kepada para legislator Kutim. Massa CGC membawa berbagai isu krusial yang mereka nilai mendesak untuk segera ditangani.

Beberapa isu yang menjadi fokus utama CGC antara lain seperti kondisi jalan yang memprihatinkan di sejumlah kecamatan seperti Busang dan Long Mesangat menjadi sorotan utama. Kerusakan jalan ini dinilai menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. Kedua, masuknya kendaraan perusahaan besar ke dalam kota menyebabkan kemacetan parah, bahkan menimbulkan korban jiwa. CGC menuntut adanya pengaturan lalu lintas yang lebih baik dan penegakan hukum yang tegas terhadap pelanggaran lalu lintas.

Ketiga, maraknya parkir liar yang meresahkan masyarakat juga menjadi perhatian CGC. Mereka meminta pemerintah daerah untuk menertibkan parkir liar dan menyediakan fasilitas parkir yang memadai. Keempa, kendaraan besar yang melintas tidak sesuai aturan atau jam operasional juga menjadi sorotan. CGC meminta pemerintah daerah untuk menindak tegas pelanggaran ini.

Kelima, CGC menilai kegiatan dinas yang terlalu seremonial dan minim dampak nyata hanya membuang-buang anggaran. Mereka menuntut adanya kegiatan dinas yang lebih fokus pada penyelesaian masalah dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Keenam, maraknya kasus pelecehan seksual yang membutuhkan perhatian serius juga menjadi perhatian CGC. Mereka meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan kasus pelecehan seksual.

Ketujuh, CGC menyoroti sejumlah proyek pembangunan yang mangkrak dan tidak jelas kelanjutannya. Mereka meminta pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan proyek-proyek tersebut agar dapat memberikan manfaat kepada masyarakat.

Kedelapan, masalah pencemaran lingkungan juga menjadi perhatian CGC. Mereka meminta pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan terhadap kegiatan industri yang berpotensi mencemari lingkungan dan menindak tegas pelaku pencemaran.

Ketua DPRD Kutim, Jimmi, didampingi Wakil Ketua II DPRD Prayunita Utami dan beberapa anggota lainnya, menyambut baik kedatangan massa CGC. Ia mengapresiasi keberanian mahasiswa menyampaikan aspirasi dan berjanji akan menindaklanjuti semua tuntutan yang disampaikan.

“Saya ucapkan terima kasih atas kritik dan saran yang disampaikan. Semua aspirasi akan kami tampung dan pelajari. Ini adalah bentuk partisipasi yang sangat membangun,” ujar Jimmi.

Jimmi juga mengatakan bahwa isu-isu lokal yang disampaikan dalam tuntutan akan mereka tindak lanjuti melalui jalur partai untuk disampaikan ke Dewan Pimpinan Partai.

“Kita pastikan melalui partai bisa sampai ke pusat,” ucapnya.

Menanggapi rencana aksi unjuk rasa lanjutan dari Aliansi Kutim Melawan, Jimmi mengaku siap menyambut aksi tersebut.

“Mereka menyampaikan pendapat dilindungi Undang-undang, mengapa tidak (kita terima). Tapi satu (yang harus dicatat) selama cara penyampaian itu tidak anarkis,” tegasnya. (*/Ltr1)