SANGATTA – Upaya pemulihan lingkungan di wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus digalakkan oleh jajaran Kodim 0909/KTM. Komandan Kodim (Dandim) 0909/KTM, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menanam sedikitnya 12.300 pohon di berbagai titik strategis sejak Desember 2025 lalu.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Darat dalam menjaga keseimbangan alam, sekaligus mendukung pencapaian rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) yang diinisiasi oleh Kodam VI/Mulawarman.

Dalam keterangan pers, Letkol Arh Ragil Setyo Yulianto menekankan bahwa fokus utama penanaman ini adalah spesies pohon endemik Kalimantan yang mulai langka, terutama pohon ulin. Dari total belasan ribu pohon yang ditanam, sekitar 1.150 di antaranya adalah bibit pohon ulin yang telah disebar ke seluruh wilayah melalui satuan Koramil di jajaran Kodim 0909/KTM.

“Kita utamakan pohon-pohon endemik seperti ulin yang keberadaannya saat ini sudah dianggap langka dan terbatas. Itulah yang harus kita lestarikan,” ujar Ragil usai melakukan rangkaian kegiatan aksi penanaman pohon endemik Kalimantan bersama Kodam VI/Mulawarman dipimpin Pangdam VI/Mulawarman bersama Wakil Bupati Kutim Mahyunadi di kawasan Telaga Batu Arang PT Kaltim Prima Coal (KPC), Senin (4/5/026).

Selain ulin, jenis pohon kayu keras lainnya seperti meranti, kapur, dan sengon juga turut ditanam. Tidak hanya itu, berbagai bibit pohon buah-buahan pun dibagikan kepada masyarakat untuk ditanam bersama-sama, guna memberikan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga setempat.

Aksi penghijauan ini dilakukan secara serentak di wilayah Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara. Ragil menambahkan bahwa upaya pelestarian ini tidak terbatas pada penanaman pohon saja, tetapi juga mencakup konservasi air dan fauna.

“Selain pohon, kami juga melakukan penyediaan dan penebaran bibit ikan serta pelepasan satwa ke alam bebas. Ini adalah wujud kepedulian kami untuk memelihara lingkungan agar tetap berkelanjutan,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara TNI dan masyarakat, diharapkan wilayah Kutim yang memiliki banyak lahan pascatambang dapat kembali pulih dan memberikan dampak positif bagi ekosistem lokal.(kopi13/Ltr1)