SAMARINDA – Pendopo Odah Etam, di Kompleks Perkantoran Gubernur Kaltim berubah menjadi titik pusat lahirnya gerakan ekonomi kerakyatan baru. Pada Sabtu (24/5/2025), ratusan kepala desa dan lurah se-Kaltim, bersama pejabat pusat dan daerah, berkumpul untuk menyepakati percepatan pembentukan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KMP). Momentum ini disaksikan langsung oleh Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI Ferry Juliantono, serta perwakilan dari 13 kementerian dan 4 lembaga negara.

“Jika 80 ribu Koperasi Merah Putih terbentuk, fondasi ekonomi nasional akan sangat kokoh. Kita tidak akan mudah digoyang oleh kebijakan internasional,” tegas Wamen Ferry dalam pidato pembukaan.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 yang menjadikan pembentukan KMP sebagai strategi utama membangun ekonomi mandiri dari desa. Ferry menjelaskan, koperasi ini dirancang sebagai unit usaha terintegrasi, dari toko sembako, simpan pinjam, hingga layanan distribusi pupuk, BBM, dan hasil panen. Bahkan, KMP akan mengelola agen bank, layanan pos, apotek, hingga usaha komoditas lokal sesuai potensi desa.

Namun, Ferry juga mengakui tantangan besar menghadang. Dalam lima tahun terakhir, pertumbuhan koperasi nasional hanya 0,87 persen. Infrastruktur distribusi yang lemah membuat koperasi sulit bersaing. Oleh karena itu, pemerintah pusat mendorong peran aktif pemerintah daerah.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menegaskan komitmen pemprov dalam mendampingi proses pembentukan KMP. Dari rencana 1.038 koperasi desa dan kelurahan, 93 persen wilayah telah menyelenggarakan sosialisasi. Meski demikian, baru 0,6 persen yang mencapai tahap penerbitan Surat Keputusan Qanun Hukum.

“Ini bukan soal program, ini soal masa depan. Seluruh desa dan kelurahan wajib selesaikan musyawarah pembentukan KMP paling lambat 31 Mei 2025,” tegas Seno.

Khusus Kutai Timur, Bupati H. Ardiansyah Sulaiman menyatakan optimisme daerahnya mencapai target. Dari 141 KMP yang direncanakan, 40 telah menyelesaikan musyawarah, sisanya ditarget rampung pada 28 Mei.

Pertemuan diakhiri dengan kunjungan lapangan oleh Wamen Ferry dan rombongan ke Kelurahan Karanganyar dan Mangkupalas di Samarinda. Di sana, mereka menyaksikan langsung musyawarah warga sebagai bentuk kesiapan koperasi di tingkat akar rumput.

Dengan proyeksi anggaran Rp250 triliun, pemerintah berharap KMP menjadi pilar baru ekonomi nasional yang adil, mandiri, dan berbasis komunitas lokal. Peluncuran nasional dijadwalkan pada 28 Oktober 2025 oleh Presiden RI.(kopi3/Ltr1)